Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Nau’ adalah bintang, dimana orang-orang jahiliyyah menyandarkan kesialan dan keberuntungan yang mereka peroleh dengan bintang. Sebagian bintang menurut mereka membawa kesialan dan sebagian yang lainnya mereka anggap membawa keberuntungan.
- Ghul atau ghuul adalah setan yang biasa menyesatkan orang yang sedang berjalan di padang pasir atau lembah. Yang diingkari oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dalam hadits adalah pengaruh ghuul, bukan keberadaannya. Setan yang suka mengganggu manusia seperti ghuul ini memang ada, namun bila kuat tawakal seorang hamba kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dan tidak menghiraukan keberadaannya, setan ini tidak dapat memudharatkan dan menghalanginya menuju arah yang hendak ditujunya.
- Al-Fa’lu adalah segala sesuatu yang membuat dada terasa lapang, mengharapkan kebaikan, dan menumbuhkan optimisme; baik itu berupa kalimah thayyibah (ucapan yang baik), nama yang baik, keberadaan orang yang shalih, karena lewat atau berada di tempat yang baik, dan yang lainnya.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta dan aktif dalam kegiatan dakwah serta kajian keislaman. Beliau turut terlibat sebagai pembina dan penasehat di beberapa lembaga. Sejak tahun 2020, beliau berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“