Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Al-‘Adhhu secara bahasa artinya adalah dusta. Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- menafsirkan namiimah (adu domba) dengan al-‘adhhu adalah karena pelaku namiinah terkadang atau bahkan sering menambah beritanya dengan kedustaan untuk membuat salah satu di antara dua orang atau kelompok terhasut dan kemudian saling bermusuhan.
- An-Namiimah (adu domba) dikatakan sihir karena dua sebab : (pertama) karena an-namiimah bisa memberikan pengaruh pada hati dengan sebab yang samar sebagaimana pengertian sihir secara bahasa; dan (kedua) karena an-namiiimah bisa memisahkan antara dua orang yang saling mencintai yang ini merupakan dampak yang ditimbulkan oleh sihir.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“