[Kitabut Tauhid 9] 14 SIHIR 34

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Hadits dengan redaksi : “Siapa saja yang membuat suatu buhulan (simpulan, ikatan), kemudian meniupnya (sebagaimana yang dilakukan oleh tukang sihir) maka dia telah melakukan sihir, dan siapa saja yang melakukan sihir maka dia telah melakukan kesyirikan.” Sanad atau mata rantai periwayatannya bermasalah, sehingga termasuk hadits yang dha-iif (lemah), akan tetapi dari sisi matan (kandungan maknanya) benar karena didukung (dikuatkan) oleh Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih.
  • Kalimat di akhir dari hadits : “Dan siapa saja yang menggantungkan diri kepada sesuatu, maka dia akan diserahkan kepada sesuatu tersebut.” ini derajatnya hasan melalui riwayat yang lain; diantaranya riwayat At-Tirmidziy dari hadits ‘Abdullâh Ibnu Ukaim Abu Ma’bad Al-Juhaniy -Radhiyallâhu ‘Anhu-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar