[Kitabut Tauhid 9] 10 SIHIR 30

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Diantara bentuk al-jibt alias sihir adalah : al-‘iyâfahath-thiyârah, dan at-tharq.
  • Al-‘Iyâfah maknanya adalah meninggalkan, maksudnya adalah orang-orang dahulu menerbangkan burung tertentu untuk menentukan jadi tidaknya sebuah perjalanan. Kalau mereka melihat burung itu terbang ke kiri, maka mereka tidak melanjutkan perjalanan, dan jika burung tersebut terbang ke sebelah kanan, maka mereka akan melanjutkan perjalanan. Adapun ath-thiyârah atau ath-thaththayyur adalah mangaitkan nasib sial atau merasa bakal sial (at-tasâ-um) dengan menerbangkan burung, angka, hari atau waktu tertentu.
  • Perbedaan antara al-‘iyâfahdengan ath-thiyârah, adalah bahwa ath-thiyârah lebih umum, dimana al-‘iyâfahbagian ath-thiyârah namun khusus dengan media burung.
  • Adapun ath-tharq adalah cara tertentu yang digunakan oleh tukang ramal dengan menggaris garis-garis tertentu di atas tanah, kemudian dihapus-hapus hingga tersisa beberapa garis, kemudian garis yang tersisa tersebut diramal, diartikan oleh tukang ramal  dengan arti-arti tertentu.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar