[Kitabut Tauhid 9] 04 SIHIR 24

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Selain menjadikannya sebagai dalil untuk menghukumi kafirnya pelaku sihir, Para Ulama juga menjadikan surah Al-Baqarah : 102 sebagai dalil untuk menetapkan eksistensi sihir sekaligus membantah Mu’tazilah yang mengingkari keberadaan sihir, dimana menurut mereka sihir itu seluruhya khayali dan tidak ada hakikatnya.
  • Diantara sisi pendalilannya adalah bahwa sihir bisa diajarkan dan dipelajari, ini menunjukkan bahwa sihir memang benar-benar ada, karena hanya yang ada eksistensinya saja yang bisa dipelajari dan diajarkan.

Kemudian, kafirnya penyihir juga ditegaskan dalam ayat yang lain, diantaranya surah Yunus : 77 dan surah Thâhâ : 67-69 dimana Allâh -‘Azza wa Jalla- mengatakan bahwa para penyihir itu tidak mungkin beruntung. Dan berdasarkan kebiasaan Al-Qur’an jika dinafikan (ditiadakan) al-falâh (keberuntungan) maka menunjukan pengkafiran, misalnya firman Allâh -‘Azza wa Jalla- pada Al-Mukminun : 117, Al-Qashash : 82 dan Al-An’âm : 21.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar