Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
Diantara hadits-hadits Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang menjadi dalil eksistensi sihir adalah :
- Hadits Abu Hurairah -Radhiyallâhu ‘Anhu- yang menyatakan bahwa sihir adalah salah satu dari tujuh dosa yang paling membinasakan.
- Hadits ‘Abdullâh Ibnu ‘Abbâs -Radhiyallâhu ‘Anhumâ- yang menyatakan bahwa ilmu nujum (ilmu perbintangan) merupakan bagian dari ilmu sihir.
- Hadits ‘Imrân Ibnu Hushain -Radhiyallâhu ‘Anhu- yang menyatakan bahwa bukan bagian dari ummatnya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- siapa saja yang melakukan sihir dan atau minta disihirkan.
- Hadits Abu Mûsâ Al-Asy’ariy -Radhiyallâhu ‘Anhu- yang menyatakan bahwa tidak akan masuk surga (kecuali setelah diadzab di Neraka) orang yang percaya bahwa sihir bisa memberi pengaruh dengan sendirinya tanpa izin Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Hadits Sa’d Ibnu Abii Waqqâsh -Radhiyallâhu ‘Anhu- yang menyatakan bahwa kurma Ajwah bermanfaat untuk menangkal sihir sebagaimana dia bermanfaat untuk menangkal racun.
Seluruh hadits-hadits tersebut, selain sebagai dalil eksistensi sihir, juga menjadi dalil betapa besarnya dosa sihir.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“