Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Siapa saja yang mengambil bagian dari sihir, dan dia tidak bertaubat darinya hingga wafatnya, maka dia tidak akan beruntung pada kehidupan Akhirat.
- Dari zaman-zaman, ada saja orang-orang yang mengaku beriman kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, Kitab-Nya dan Rasul-Nya; tetapi mereka juga beriman kepada Al-Jibt dan Ath-Thâghût. Padahal diantara konsekuaensi kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, Kitab-Nya dan Rasul-Nya; adalah kufur kepada Al-Jibt dan Ath-Thâghût.
- Sihir adalah salah satu dari tujuh dosa yang paling membinasakan.
- Hukuman bagi pelaku sihir adalah dibunuh tanpa diminta bertaubat terlebih dahulu.
- Al-‘Iyâfah, Ath-Tharq dan Ath-Thiyârah termasuk Al-Jibt dan Al-Jibt bagian dari sihir.
- Ilmu nujum (ilmu perbintangan) bagian dari sihir.
- Membuat buhulan, lalu meniupnya termasuk sihir.
- Mengadu domba juga termasuk perbuatan sihir.
- Keindahan susunan kata yang mengesankan kebatilan seolah-olah merupakan kebenaran dan mengesankan kebenaran seolah-olah merupakan kebatilan juga termasuk perbuatan sihir.
- Jika praktek sihir itu telah ada di kalangan Kaum Muslimin pada masa ‘Umar Ibnul Khaththâb -Radhiyallâhu ‘Anhu-, maka lebih mungkin lagi terjadi pada masa sesudahnya.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“