Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Al-Haq (kebenaran) tidak akan dapat dilenyapkan seutuhnya sebagaimana yang terjadi pada masa lalu, bahkan akan selalu ada sekelompok orang yang berpegang teguh dengan kebenaran dan membela kebenaran. Bukti kongkretnya adalah bahwa mereka walaupun sedikit jumlahnya, tetapi tidak tergoyahkan oleh orang-orang yang menelantarkan dan menentang mereka.
- Makna menyembah berhala tidak harus dalam bentuk rukuk dan sujud di hadapannya, tetapi juga dalam bentuk mentaatinya bukan dalam rangka ketaatan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-; termasuk juga menghalalkan apa yang mereka halalkan padahal diharamkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, atau kebalikannya mengharamkan apa yang mereka haramkan dari hal yang dihalalkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Berita tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi yang disebutkan oleh Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dalam hadits Abu Sa’iid Al-khudriy benar-benar terjadi persis sebagaimana yang Beliau beritakan. Ini semua merupakan bagian dari bukti kebenaran kenabian Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dimana Beliau tidak berbicara berdasarkan hawa nafsunya, bahkan apa yang dikatakannya adalah apa yang diwahyukan Allâh -‘Azza wa Jalla- kepadanya.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“