Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Surah Al-Kahfi : 21 terkait dengan kisah Ashhâbul Kahfi, yaitu sekelompok orang shalih dari ummatnya Nabi ‘Isâ –‘Alaihissalâm- yang lari dari penguasa yang zhalim kemudian berteduh di sebuah goa, dan kemudian Allâh -‘Azza wa Jalla- menidurkan mereka selama 309 tahun lamanya.
- Setelah mereka dibangunkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- lalu kemudian Allâh -‘Azza wa Jalla- mewafatkan mereka, para pembesar negeri memerintahkan agar dibuat tempat ibadah di atas goa mereka. Dan ini adalah kebiasaan orang-orang Nashrani, yaitu menjadikan kuburan orang-orang shalih sebagai tempat ibadah.
- Surah Al-Kahfi : 21 ini bukanlah dalil bolehnya membangun tempat ibadah di pekuburan, karena pada ayat tersebut Allâh -‘Azza wa Jalla- hanya menceritakan apa yang dilakukan orang-orang terhadap kuburan Ashhâbul Kahfi, dan itu adalah kebiasaan mereka yang dicela dan dilarang oleh Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“