Balasan Surga Bagi Pejuang Syahid Fisabilillah


عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ: أَرَأَيْتَ إِنْ قُتلِتُ فَأَيْنَ أَنَا؟ قَالَ: « فِي الْجَنَّةِ » فَأَلْقَى تَمَرَاتٍ كُنَّ فِي يَدِهِ، ثُمَّ قَاتَلَ حَتَّى قُتِلَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Jabir radhiyallahu anhu, ia berkata, “Seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat Perang Uhud (sedang berkecamuk), “Apakah engkau tahu, di mana tempatku jika aku terbunuh?”

Baginda menjawab, “Di surga.”

Kemudian orang itu melemparkan biji-biji kurma yang ada di tangannya, lalu ia maju berperang sehingga akhirnya dia terbunuh. (HR. Al-Bukhari, no. 4046. Muslim, no. 1899).[/div]


Faedah Hadist

Hadist ini memberikan faedah-faedah berharga, di antaranya;

1. Petunjuk berharga bahwa para sahabat sangat bersemangat dan bersegera dalam melakukan amal-amal shalih dan tidak menunda-nundanya. Inilah keadaan mereka, karenanya mereka memiliki kemuliaan di dunia dan akhirat.

2. Orang yang berjuang di jalan Allah Ta’ala akan memperoleh balasan surga. Akan tetapi siapa yang disebut dengan orang yang berjuang di jalan Allah? Mereka adalah orang yang berjuang untuk meninggikan kalimat Allah. Bukan perjuangan supaya dikatakan pemberani atau ingin dilihat orang (riya) atau agar harum namanya sebagai pahlawan besar (sum’ah) dan sebagainya. Akan tetapi berjuang untuk membela agama Allah ‘Azza wa Jalla.

3. Faedah yang sangat mahal tentang kegigihan para sahabat untuk bertanya segala urusan yang bermanfaat yang belum diketahui mereka, terlebih lagi kalau menyangkut soal kehidupan akhirat. Oleh karena itu, lelaki itu bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan merupakan kebiasaan mereka tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya perihal balasan akhirat dan surganya. Mereka mengambil manfaat dari pertanyaan itu tentang ilmu dan amal. Bila dia telah bertanya dan mendapatkan ilmu serta mampu mengamalkannya dengan taufik Allah Ta’ala, maka itu adalah sebuah kenikmatan yang besar.

4. Bersegera dengan amalan surga dan tidak sibuk dengan syahwat dunia fana.

5. Kemuliaan dan keutamaan para sahabat akan kenikmatan dunia, dan rela berjuang mati-matian di medan perang fisabilillah.

Wallahu Ta’ala A’lam.

Referensi: Syarah Riyadhus Shalihin karya Syaikh Shalih al Utsaimin, & Kitab Bahjatun Naazhiriin Syarh Riyaadhish Shaalihiin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaliy.

sumber : https://bimbinganislam.com/fawaid-hadist-68-balasan-surga-bagi-pejuang-syahid-fisabilillah/