Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Riwayat yang menyebutkan bahwa Ubaiy Ibnu Ka’ab -Radhiyallâhu ‘Anhu- yang bermaksud mengganti seluruh doanya dengan shalawat untuk Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- lalu kemudian Nabi berkata : “Jika benar, keinginanmu akan tercukupi, dan dengan sebabnya juga dosa-dosamu akan diampuni” riwayat ini diperselisihkan keshahihannya oleh Para Ulama; sebagian mengatakan hadits hasan, dan sebagian lagi mengatakan hadits dha’iif.
- Kalaupun hadits tersebut hasan, maka kandungan hadits tersebut harus dibawa kepada makna yang tidak bertentangan dengan tuntunan Syariat dimana Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya memerintahkan Kaum Muslimin untuk senantiasa berdoa dengan bermacam-macam doa bagi kebaikan agama dan dunia mereka. Dan kenyataannya juga Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- dan Para Salaf setelahnya; yang diketahui dari mereka bahwa mereka tidak meninggalkan doa lalu kemudian hanya bershalawat saja.
- Dan jika riwayat tersebut valid, maka harus dibawa kepada makna bahwa sebelumnya Ubaiy Ibnu Ka’ab -Radhiyallâhu ‘Anhu- telah terbiasa berdoa dengan berbagai macam doa sebelum Beliau mengganti seluruhnya dengan shalawat kepada Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“