Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Ziarah kubur adalah ibadah yang sangat mulia. Agar berbuah pahala, maka ziarah kubur harus sesuai dengan tuntunan Syari’at dan menjaga adab-adabnya, diantaranya : [1] mengikhlashkan niat, [2] meneladani Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, [3] mewujudkan tujuan ziarah, [4] tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Syariat, dan [5] tidak mengucapkan al-hujr.
- Boleh ziarah ke kuburan orang kafir dengan tujuan untuk mengambil pelajaran dan mengingat kematian, tanpa mengucapkan salam dan mendoakan penghuninya; juga boleh mengangkat tangan ketika mendo’akan mayit tetapi tidak boleh menghadap kuburnya, bahkan harus menghadap kiblat.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“