Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Dalil-dalil Syari’at dan dalil-dalil akal menunjukkan bahwa terlarang hukumnya syaddur rihaal kecuali ke tiga masjid (Masjidil Harâm, Masjid Nabâwiy, dan Masjidil Aqshâ). Semua pendapat yang berbeda dengan pendapat ini bertentangan dengan dalil Syari’at dan dalil akal.
- Larangan syaddur rihaal tidak bermakna melarang untuk ziarah ke kuburan Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- secara muthlaq. Ziarah kuburan Beliau adalah sesuatu yang disyari’atkan dan pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan syari’at, diantaranya dengan tidak mengadakan syaddur rihaal.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“