Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Faktor yang menyebabkan terjadinya kesyirikan adalah tercampur-aduknya antara kebenaran dengan kebathilan. Adapun yang pertama (kebenaran) adalah : rasa cinta kepada orang-orang shalih. Sedang yang kedua (kebathilan) adalah : tindakan yang dilakukan oleh orang-orang ‘alim yang ahli dalam masalah agama, dengan maksud untuk suatu kebaikan, tetapi orang-orang yang hidup sesudah mereka menduga bahwa apa yang mereka maksudkan bukanlah hal itu.
- Asalnya bid’ah itu ditolak syari’at dan fitrah manusia, dan yang menyebabkan bid’ah diterima adalah karena mirip dengan kebenaran dan baiknya niat atau tujuan orang yang mengamalkannya. Syaithan mengetahui dampak yang diakibatkan oleh bid’ah, walaupun pelakunya tidak menghendaki kecuali kebaikan. Dan Para Ulama Salaf telang mengingatkan bahwa bid’ah adalah penyebab kekafiran.
- Yang menyebabkan manuia berlebih-lebihan terhadap orang-orang shalih tidak lain karena mengharapkan syafaat mereka. Mereka menduga bahwa orang-orang berilmu (dari generasi sebelum mereka) yang membuat patung (orang-orang shalih yang telah meninggal dunia) itu bermaksud demikian (patung tersebut untuk disembah agar memberikan syafaat di sisi Allâh -‘Azza wa Jalla-).
- Penyebab hilangnya ilmu agama adalah meninggalnya Para Ulama.
- Diantara watak dasar manusia adalah bahwa kebenaran yang ada pada dirinya bisa berkurang, dan kebatilan malah bisa bertambah.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“