[Kitabut Tauhid 7] 29 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Penyembahan terhadap Para Malaikat, Para Nabi, dan orang-orang shalih juga termasuk kesyirikan. Tidak seperti yang diduga oleh para penyembah kubur dizaman sekarang ini yang mengatakan bahwa orang yang menyembah Malaikat, Para Nabi dan orang shalih tidaklah kafir. Mereka mengatakan bahwa syirik itu hanya dalam peribadahan kepada berhala. Menurut mereka tidaklah sama antara orang yang menyembah patung dengan para wali atau orang shalih. Argumen mereka ini dibantah dengan dua sisi

  1. Allâh -‘Azza wa Jalla- di dalam Al Qur’an mengingkari semua peribadahan kepada selain-Nya tanpa mengecualikan siapapun, termasuk Malaikat, Para Nabi dan orang shalih.
  • Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- memerangi semua pelaku kesyirikan tanpa membeda-bedakan mereka dengan sebab perbedaan sesembahan mereka.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar