[Kitabut Tauhid 7] 28 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 12

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Prilaku Ahlul Kitab yang ghuluw (berlebih-lebihan, melampaui batasan) dalam agama mereka yang kemudian menyeret mereka dalam kesyririkan dan kekufuran, bermula dari prilaku ithraa’ atau berlebihan dalam menyanjung dan memposisikan orang-orang shalih.

  • Uzair dijadikan oleh orang-orang Yahudi sebagai anak Allâh -‘Azza wa Jalla-  sebagaimana Nabi ‘Isâ Putra Maryam -‘Alaihissalâm- dijadikan oleh orang-orang Nashrani sebagai anak Allâh -‘Azza wa Jalla-. Dan ini tidak ada bedanya dengan apa yang terjadi pada umat-ummat sebelum merea. Al-Latta yang disebut Allâh -‘Azza wa Jalla-  dalam QS. An-Najm : 19 yang disembah oleh orang-orang musyrik Quraisy dahulunya adalah orang shalih, dermawan, dan ditokohkan. Demikian juga dengan Wad, Suwa, Yaghuts, Ya’uq, dan Nashr yang disembah oleh kaumnya Nabi Nuh -‘Alaihissalâm- dahulunya mereka adalah orang-orang shalih yang dihormati kaumnya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar