[Kitabut Tauhid 7] 21 Bahaya ghuluw terhadap orang shalih 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Sikap ghuluw (berlebih-lebihan atau melampaui batasan) dalam Agama Allâh -‘Azza wa Jalla- dipicu oleh beberapa sebab, diantaranya : [1] kebodohan dalam urusan agama Allâh -‘Azza wa Jalla-, [2] taqlid buta (ikut-ikutan), [3] mengikuti hawa nafsu, [4] berdalil dengan hadits-hadits lemah dan palsu.
  • Diantara cara dan jalan untuk selamat dari sikap ghuluw dalam beragama adalah :
  1. Mempelajari agama Allâh -‘Azza wa Jalla- dibawah bimbingan guru yang kokok ilmunya dan lurus aqidahnya.
  2. Bertaqwa kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun. Karena taqwa adalah jaminan kebaikan sekaligus solusi dari untuk seluruh permasalahan hamba, baik dalam urusan dunianya maupun urusan agamanya.
  3. Berpegang teguh (komitmen) dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman Salafush Ummah.
  4. Berteman dengan orang-orang yang berilmu dan baik agamanya, sekaligus menjauh dari orang-orang yang bodoh dan buruk agamanya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar