Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Asalnya, orang kafir tidak akan mendapatkan syafa’at. Tetapi Nabi Kita -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- diberi kekhususan sebagai bentuk pemuliaan terhadap Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dimana Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- mendapatkan hak untuk memberikan syafa’at kepada pamannya agar diringankan adzabnya (bukan dikeluarkan dari Neraka).
- Kita tidak boleh mengatakan bawa ada orang kafir (musyrik) selain selain Abu Thâlib yang akan mendapat syafa’at Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, siapapun orangnya. Sebagaimana Kita tidak boleh mengatakan bahwa ada Nabi selain Nabi Kita -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang akan diizinkan untuk memberi syafa’at kepada orang kafir (musyrik).
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“