Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Abu Thâlib Ibnu ‘Abdil Muthallib adalah paman Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- yang seayah dan seibu dengan ayah Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, yaitu ‘Abdullah Ibnu ‘Abdil Muthallib. Abu Thâlib Ibnu ‘Abdil Muthallib sangat menyayangi dan memiliki banyak jasa terhadap Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
- Menjelang wafatnya, Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- beberapa kali menawarkan keislaman kepada Abu Thâlib Ibnu ‘Abdil Muthallib agar Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- bisa membelanya dihadapan Allâh -‘Azza wa Jalla-. Akan tetapi ‘Abdullâh Ibnu Abi Umayyah dan Abu Jahl mengahalang-halanginya dan akhirnya Abu Thâlib Ibnu ‘Abdil Muthallib meninggal dunia dalam keadaan masih berada pada agaman nenek moyangnya.
- Yang ma’shum hanyalah Para Nabi -‘Alaihimussâm-. Adapun keluarga, orang tua, dan keturunannya, tidak terjamin keislamannya.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“