Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Hidayah berasal dari kata al-hidaayah, atau al-hudaa, atau al-hadyu. Maknanya adalah petunjuk atau bimbingan kepada apa yang menjadi tujuan.
- Hidayah terbagi menjadi dua, yaitu :
- Hidaayatul Bayaan. Bayaan artinya penjelasan, disebut juga dengan hidayatul ‘ilmi (pengetahuan), hidaayatul irsyaad (bimbingan), dan hidaayatul dilaalah (penunjukan). Sesuai dengan namanya hidayah ini berupa pengajaran, penjelasan, dan bimbingan dengan ilmu agama agar manusia mengenal agama Allâh -‘Azza wa Jalla-. Hidayah jenis ini bersifat dan berlaku umum, semua manusia memiliki kesempatan untuk mendapatkannya dan memberikannya kepada orang lain.
- Hidaayut Taufiiq. Yaitu hidayah dari Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada hamba-Nya untuk menerima kebenaran, beriman dan beramal shalih. Hidayah ini murni milik Allâh -‘Azza wa Jalla- semata. Tidak ada seorang makhluk pun yang mampu memberikannya.
- Ketika disebutkan kata-kata hidayah secara muthlaq, tanpa rincian; maka yang dimaksud adalah hidyah jenis yang kedua, yaitu hidaayatut taufiiq, bukan hidaayatul irsyaad. Begitu juga ketika dikatakan bahwa Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak bisa memberikan hidayah tanpa kehendak Allâh -‘Azza wa Jalla-, dan bahwa hidayah itu seluruhnya milik Allâh -‘Azza wa Jalla- semata; maka yang dimaksud adalah hidqyah jenis yang kedua, yaitu hidaayatut taufiiq, bukan hidaayatul irsyaad.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“