Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Syafaat seluruhnya adalah hak khusus bagi Allâh -‘Azza wa Jalla-, karena Dia-lah satu-satunya pencipta, pemilik, dan pengatur seluruh alam semesta.
- Tidak boleh meminta syafa’at kecuali kecuali kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-; ini menunjukkan kebatilan perbuatan kesyirikan yang dilakukan oleh kaum musyrikin dengan mendekatkan diri kepada Malaikat, Nabi atau orang-orang shalih, untuk meminta syafa’at mereka.
- Syafaat itu tidak diberikan kepada seseorang, tanpa adanya izin dari Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Hak memberi syafaat diberikan kepada orang-orang yang diridhai oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, sebagai pemuliaan kepada mereka.
- Syafa’at tidak diberikan kecuali untuk orang yang diridhai oleh Allah.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“