[Kitabut Tauhid 6] 47 Syafaat 08

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Syafa’at di akhirat terbagi menjadi dua : [1] syafa’ah khaashah, yaitu syafa’at yang merupakan kekhususan bagi Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dan [2] syafa’ah musytarakah yang bukan merupakan kekhususan bagi Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
  • Diantara syafa’ah khaashah adalah : [1] asy-syafa’ah al-‘uzhma (syafaat agung), yaitu syafa’at untuk seluruh manusia (Mukmin dan Kafir, Shalih dan Fajir) agar Allâh -‘Azza wa Jalla- menyegerakan hisab bagi mereka; [2] syafa’at Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- untuk pamannya, Abu Thalib, agar diringankan siksanya, dan [3] syafa’at bagi calon penghuni surga agar bisa masuk ke dalam surga, dan [4] Syafaat Untuk Mereka Yang Masuk SurgaTanpa Hisab Agar Segera Masuk Surga.
  • Syafa’at Musytarakah atau Syafa’ah ‘Ammah (Syafa’at Umum) adalah syafa’at yang Allâh -‘Azza wa Jalla- izinkan bagi siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya yang shalih untuk memberikan syafa’at kepada orang yang juga diizinkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- untuk memperoleh syafa’at. Syafa’at semacam ini bisa didapatkan dari Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dan selain Beliau dari para Nabi yang lain, shidiqqin, syuhada’ dan shalihin, juga Para Malaikat.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar