[Kitabut Tauhid 6] 42 Syafaat 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Secara bahasa, syafa’at bermakna menggenapkan. Sedangkan menurut istilah, syafa’at adalah menjadi penengah bagi orang lain dengan memberikan manfaat kepadanya atau menolak madharat untuknya.
  2. Terkait dengan keyakinannya terhadap syafa’at di Hari Kiamat, manusia menjadi tiga kelompok :

Pertama, orang-orang yang ghuluw (berlebihan) dalam menetapkannya sehingga mereka mencarinya dari selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Kedua, ghuluw (berlebihan) dalam menafikan (meniadakan) syafa’at, seperti kaum Mu’tazilah dan Khawarij, mereka menafikan syafa’at bagi pelaku dosa besar dan menyelisih dalil-dalil yang mutawatir dari Al-Qur’an dan Sunnah dalam penetapan syafa’at.

Ketiga, pertengahan inilah aqidah Ahlussunnah Waljamaah, mereka menetapkan syafa’at sesuai dengan yang disebutkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-  dan Rasul-Nya, mereka beriman dengannya tidak ghuluw (berlebihan) dan tidak pula meremehkan.

                                    

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar