Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Kebanyakan Ulama berpendapat bahwa manusia yang shalih lebih utama dari Malaikat. Karena meskipun Malaikat taat secara total kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, dan tidak sedikitpun bermaksiat kepada-Nya; itu karena Mereka diberi kekuatan penuh untuk menegakkan ketaatan dan juga karena Mereka tidak diberi hawa nafsu yang merupakan energi penggerak untuk bermaksiat.
- Sedangkan manusia-manusia yang shalih, dengan kemanusiaannya mereka adalah makhluk-makhluk yang lemah, tidak memiliki kekuatan penuh untuk menegakkan ketaatan, ditambah lagi hawa nafsu yang mereka miliki berpotensi melemahkan ketaatan mereka. Maka ketika mereka berhasil menegakkan ketaatan dan menundukkan hawa nafsunya, mereka memperoleh jenjang kemuliaan yang lebih tinggi dari yang didapatkan Malaikat.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“