[Kitabut Tauhid 6] 22 Malaikat tidak berhak disembah 04

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Malaikat adalah bentuk jamak (plural) dari kata Malak, yang secara bahasa bermakna Mursil alias utusan. Mereka adalah makhluk ghaib yang Allâh -‘Azza wa Jalla- ciptakan dari cahaya dan tidak memiliki sifat ketuhanan, selalu taat kepada perintah Allâh -‘Azza wa Jalla- dan tidak pernah bermaksiat kepada-Nya.
  • Salah satu rukun (pokok) keimanan yang wajib diimani oleh setiap Mukmin adalah beriman kepada Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla-. Karenaya tidak sah keimanan seseorang sampai dia beriman dengan keimanan yang benar terhadap Malaikat-Malaikat Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Keimanan seorang Mukmin terhadap Para Malaikat harus mengandung hal-hal berikut : [1]  beriman terhadap wujud (keberadaan) Para Malaikat, [2] beriman terhadap nama-nama Malaikat, [3] beriman terhadap sifat-sifat Malaikat, [4] beriman terhadap amalan-amalan dan tugas-tugas Malaikat.
  • Wajib beriman terhadap seluruh Malaikat, tanpa membeda-bedakan satu pun di antara Malaikat dalam masalah keimanan ini. Membeda-bedakan ini bisa jadi dalam masalah jumlah (kuantitas) dan bisa jadi dalam masalah sifat.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar