Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Seandainya Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, dimana Beliau adalah orang yang paling mulia, berdoa kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla-, maka Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- akan menjadi bagian dari 0rang-orang yang musyrik dan akan diadzab oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, apalagi selain Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-.
- Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- saja harus berdoa kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, maka tentu Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak pantas untuk diminta dan ditujukan doa kepadanya. Begitu juga dengan Nabi ‘Isaa –‘Alaihissalâm- yang bahkan dalam injil- disebutkan juga berdoa, maka tidak pantas orang-orang Nashrani berdoa kepada Beliau –‘Alaihissalâm-.
- Perbuatan berdoa kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak memberikan manfaat sedikitpun bagi pelakunya, baik untuk urusan dunia dan terlebih untuk urusan akhirat. Bahkan perbuatan tersebut mencelakakan pelakunya.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“