[Kitabut Tauhid 5] 47 Istighasah kepada Selain Allah 06

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  1. Suatu istigaatsah termasuk syirik akbar jika permintaan tolong tersebut ditujukan pada makhluk pada sesuatu yang hanya bisa dipenuhi oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, tidak oleh yang lainnya.
  2. Diantara syubhat yang dilontarkan oleh mereka adalah keyakinan bahwa meskipun Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- telah meninggal dunia akan tetapi hakikatnya Beliau -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-  masih hidup, sehingga boleh-boleh saja datang ke kuburan Nabi -Shallallâhu ‘Aaihi Wassalam- lalu meminta agar Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- mendoakan mereka.
  • Syubhat tersebut bisa dibantah dari dua sisi : [1] tidak ada Shahabat atau Para Salaf yang memahami dalilnya seperti itu, [2] tidak  ada Shahabat atau Para Salaf yang melakukan amalan seperti itu. Yang benar adalah Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak pernah keluar dari kuburannya kecuali pada hari kiamat kelak, karena kematian Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- adalah sesuatu yang nyata.
  • Syubhat mereka ini juga disebabkan kesalahan mereka dalam memahami ayat-ayat yang menyatakan bahwa para syuhada itu tetap hidup dan tidak mati. Ini keliru, tidak pernah ada dari kalangan Shahabat yang datang ke pemakaman para syuhada perang Uhud lalu meminta kepada mereka. Justru sebalikya Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhu- datang ke pemakaman tersebut dalam rangka untuk mendoakan para syuhada tersebut, dan bukan sebaliknya.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar