[Kitabut Tauhid 5] 38 Berlindung kepada selain Allah 05

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Isti’aadzah bisa juga dibagi menjadi dua : [1] isti’aadzah billâh (memohon perlindungan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-), baik dengan menyebut namanya atau dengan salah satu atau beberapa sifat diantara sifat-sifat-Nya, dan merupakan ibadah yang sangat mulia, [2] isti’adzah bi ghairillâh (memohon perlindungan kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla-).
  • Isti’adzah bi ghairillâh (memohon perlindungan kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla-) hukumnya terbagi menjadi tiga : [1] boleh, yaitu jika pada sesuatu yang mubah (tidak diharamkan, tidak  dalam rangka bermaksiat kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-) yang dimampui oleh makhluk, seperti meminta perlindungan kepada polisi dari kejahatan orang yang jahat dan yang semisalnya; [2] haram, yaitu jika pada sesuatu yang diharamkan yang dimampui oleh makhluk, seperti meminta perlindungan kepada orang-orang yang jahat untuk sesuatu yang diharamkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-, atau dalam rangka bermaksiat kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-; dan [3] syirik, yaitu meminta sesuatu yang tidak dimampui oleh makhluk seperti kepada mayat (orang yang telah meninggal dunia), atau meminta perlindungan pada yang ghaib seperti kepada jin atau manusia yang tidak ada disisinya.
  • Siapa saja yang bergantung kepada selain Allâh -’Azza wa Jalla-, niscaya dia akan telantar. Karena hanya Allâh -’Azza wa Jalla- satu-satunya tempat berlindung, meminta keselamatan, dan tumpuan harapan setiap makhluk. Allâh -’Azza wa Jalla- adalah Rabb yang menguasai segenap langit dan bumi, tidak ada satupun makhluk yang luput dari ilmu dan kekuasaan-Nya. Seluruh manfaat dan madharat berada di tangan-Nya. Maka wajib bagi setiap hambah untuk memurnikan isti’aanah (permintaan tolong) hanya kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar