Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Allâh -‘Azza wa Jalla- memuji orang-orang yang menunaikan nadzar-nadzar mereka. Dan tidaklah Allâh -‘Azza wa Jalla- memuji suatu amalan kecuali karena amalan tersebut bagian dari ketaatan kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa menunaikan nadzar merupakan bagian dari ibadah dan ketaatan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Penyebutan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- mengetahui apapun yang dinadzarkan oleh para hamba menunjukkan bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- akan memberikan balasannya, dan tidaklah Allâh -‘Azza wa Jalla- memberi balasan (kebaikan) kecuali pada ketaatan, yang ini menunjukkan bahwa nadzar adalah ibadah dan ketaatan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-.
- Pertanyaan Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- kepada Kardam Ibnu Sufyân -Radhiyallâhu ‘Anhu- kepada siapakah nadzarnya ditujukan, apakah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- ataukah kepada berhala. Hal Ini menunjukkan bahwa nadzar adalah ibadah, ada yang ditujukan untuk Allâh -‘Azza wa Jalla- dan ada pula yang ditujukan untuk selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.
Play Video
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“