[Kitabut Tauhid 5] 31 Nadzar untuk selain Allah 13

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Ada beberapa penyimpangan yang sering di lakukan oleh Kaum Muslimin dalam urusan nadzar. Sebagiannya mengurangi kesempurnaan Tauhid, dan sebagiannya lagi membatalkan Tauhid. Diantara penyimpangan-penyimpangan tersebut adalah :

  1. Bernadzar untuk bermaksiat kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Dimana seseorang itu bernadzar untuk Allâh -‘Azza wa Jalla- tetapi pada nadzarnya ada unsur kemaksiatan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Nadzar jenis ini haram untuk ditunaikan, meskipun niat nadzar tersebut ditujukan kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, karena tidak mungkin beribadah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan sesuatu yang merupakan kemaksiatan kepada-Nya. Sebagai gantinya, membayar tebusan (kaffarah) dengan tebusan sumpah. Tebusan tersebut bukan karena kemaksiatan yang telah dia nadzarkan dan terlarang untuk dilakukan, tetapi karena dia telah bersumpah dengan nama Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Bernadzar kepada selain Allâh -‘Azza wa Jalla- diantara makhluk-makhluk-Nya, nadzar jenis ini dinamakan dengan nadzar kesyirikan. Meskipun yang dia bernadzar kepadanya adalah makhluk-makhluk yang mulia, seperti Para Malaikat, Para Nabi, dan Para Wali. Dan jika yang ditujakan nadzar kepadanya adalah orang yang telah meninggal dunia, nadzarnya mengandung 3 penyimpangan sekaligus, yaitu :
  • Ini merupakan bentuk bernadzar kepada makhluk, sedangkan nadzar kepada makhluk hukumnya haram, karena nadzar adalah ibadah, dan ibadah tidak boleh ditujukan kepada makhluk, semulia apapun makhluk tersebut.
    • Yang menjadi sasaran nadzar adalah mayyit, padahal mayyit tidaklah memiliki apapun, dan tidak  bisa berbuat apapun, baik bagi dirinya sendiri terlebih bagi orang lain. 
    • Jika pelaku nadzar berkeyakinan bahwa mayyit tersebut mampu berbuat sesuatu, baik memberikan manfaat atau menghilangkan mudharat disamping Allâh -‘Azza wa Jalla-, maka ini adalah bentuk kekufuran.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar