[Kitabut Tauhid 4] 46 Mencari keberkahan 38

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

Diantara keutamaan Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-  adalah :

  1. Allâh -‘Azza wa Jalla- mengaitkan antara menentang Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- dengan menyelisih (berpaling dari) jalannya Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-. Itu artinya, seseorang itu dikatakan menentang Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- ketika dia tidak menempuh jalannya Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-. Berarti kebalikannya, seseorang itu dikatakan mentaati Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- jika dia menempuh jalannya Para Shahabat.
  2. Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhu- berada di atas Ash-Shirath Al-Mustaqiim (Jalan yang Lurus), jalan yang wajib dilalui siapa saja yang ingin beriman kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-, mendapatkan ampunan-Nya dan masuk ke dalam surga-Nya.
  3. Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-  merupakan sumber rujukan saat terjadi perselisihan dan sebagai acuan dalam memahami Al-Qur`ân dan As-Sunnah.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar