[Kitabut Tauhid 4] 43 Mencari keberkahan 35

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;

  • Barangsiapa yang mencela Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- , maka baginya laknat Allâh -‘Azza wa Jalla-, laknat Para Malaikat dan laknat seluruh umat manusia.
  • Allâh -‘Azza wa Jalla- telah memperingatkan Kita agar tidak menyelisihi perintah Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- dan tidak menyimpang dari jalan Beliau. Dan di antara bentuk penentangan terhadap Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam- yang paling keji ialah mencaci Para wali-Nya. Dan wali Allâh -‘Azza wa Jalla- yang paling mulia setelah Para Nabi dan Rasul-Nya adalah Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum- yang telah dipilih oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- untuk menyertai dan menolong Nabi-Nya.
  • Mencintai Para Shahabat -Radhiyallâhu ‘Anhum-  adalah ketaatan, keimanan dan kebaikan; sedangkan membenci mereka adalah kekufuran, kemunafikan dan kesesatan.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar