Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa ;
- Apa yang Allâh -‘Azza wa Jalla- syariatkan kepada Nabi-Nya sangat banyak mengandung unsur penyelisihan terhadap orang-orang Yahudi. Bahkan Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- menyelisihi mereka dalam semua hal yang ada pada mereka, sampai-sampai mereka berkomentar : ‘Orang ini (Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-) tidaklah mendapati sesuatu pada kami kecuali berusaha untuk menyelisihinya.”
- Prilaku tasyabbuh banyak bentuknya, diantaranya :
- Menggunakan aturan sosialis, sekuler, demokrasi, dan yang semisalnya dari aturan-aturan tata negara yang dibuat oleh orang-orang kafir. Demikian juga dalam sistem ekonomi seperti sistem riba dan sebagainya.
- Menggunakan kalender masehi sebagai kalender utama.
- Berbangga diri dengan menggunakan bahasa orang kafir atau menggunakannya tanpa ada kebutuhan.
- Mencukur jenggot dan membiarkan kumis memanjang.
- Tidak menyukai tersebarnya kebenaran, hasad terhadap ilmu, erta keutamaan yang Allâh -‘Azza wa Jalla- berikan kepada ahlul ilmi, dan berbagai akhlak jelek lainnya.
Play Video (Link Utama)
Link alternatif
“Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“