[Kitabut Tauhid 4] 14 Mencari keberkahan 06

At-Tabarruk (mencari keberkahan) ada dua macam : [1] tabarruk masyruu’ (yang disyariatkan); dan tabarruk mamnuu’ (yang terlarang). Tabarruk yang disyariatkan adalah upaya meraih keberkahan dari Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan menempuh sebab-sebab yang disyariatkan, yakni sebab-sebab yang diizinkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya.

Tabarruk mamnuu’ (yang terlarang) yaitu tabarruk dengan segala sesuatu yang tidak siyariatkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasul-Nya -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Tabarruk jenis ini memiliki dua kemungkinan : [1] mungkin merupakan syirik kecil, atau [2] tergolong sebagai syirik akbar.

Dan tabarruk dikatakan disyariatkan apabila memenuhi dua syarat berikut ini :

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar