Keutamaan Iman

Iman adalah sesuatu yang tiada ternilai harganya. Orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan iman adalah orang yang tidak ada tandingannya dari sisi keberuntungan. Bagaimana tidak, iman ini tidak Allah berikan kepada orang-orang terdekat dengan Nabi sekali pun. Lihatlah tatkala Rasulullah menginginkan agar Allah beri petunjuk pamannya, Abu Thalib, tapi Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak kabulkan, menunjukkan betapa mahalnya nilai iman, orang terdekat dengan Nabi pun terkadang tidak Allah berikan! Subhanallah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta’alamelimpahkan hidayah kepada satu dari 2 Umar, ‘Umar bin Khaththab dan ‘Amr bin Hisyam (Abu Jahal). Dan Allah telah pilih ‘Umar, dan Allah tinggalkan Abu Jahal.

IMAN ADALAH MODAL DASAR KEBERUNTUNGAN

Bukanlah keberuntungan itu ada pada harta. Kalaulah keberuntungan itu ada pada harta, maka niscaya yang paling beruntung adalah Qarun. Kalaulah keberuntungan itu ada pada jabatan, maka yang paling beruntung adalah Fir’aun. Keberuntungan ada tatkala Allah berikan kepada kita iman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat An-Nahl, pada ayat ke-97:

مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ (النحل: ٩٧)

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia dan di akhirat) dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl [16]: 97)

sumber: https://www.radiorodja.com/9511-keutamaan-iman-ustadz-abu-fairuz-ahmad-ridwan-ma/

Tinggalkan komentar