[Kitabut Tauhid] 38. Keutamaan memurnikan tauhid 03

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Salah satu keutamaan Nabi Ibrahim -‘Alaihissalâm- adalah bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- memerintahkan Nabi Kita -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- untuk mengikuti agama Beliau -‘Alaihissalâm-, agama Al-hanifiyyah. 

Lazimnya istilah Al-Hanifiyyah itu dipakai untuk millah (agama) Nabi Ibrahim –‘Alaihissalâm-. Akan tetapi, hakikatnya Al-Hanifiyyah adalah nama lain dari Dien Al-Islam, Agama Allâh -‘Azza wa Jalla-, Agama At-Tauhiid, yaitu agama yang dibangun di atas dasar :  Memurnikan seluruh ibadah hanya untuk Allâh -‘Azza wa Jalla- semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun juga, dan berlepas diri dari seluruh bentuk kesyirikan dan pelaku kesyirikan.

  • Maka, Al-Hanifiyyah adalah agama seluruh Nabi dan Rasul, dari yang pertama hingga yang terakhir. Karena seluruh Nabi dan Rasul itu agamanya satu, yaitu agama At-Tauhid. Adapun penisbahan agama Al-Hanifiyyah ini kepada Nabi Ibrahim –‘Alaihissalâm- adalah untuk memulikan Beliau –‘Alaihissalâm- karena keteladannya yang luar biasa dalam dakwah Tauhiid dan karena Beliau –‘Alaihissalâm- adalah Bapak dari Para Pengemban Dakwah Tauhid setelah dari kalangan Para Rasul –‘Alaihimussalâm-.

selanjutnya kita akan mempelajari Urgensi Tauhid bag. 38. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

matan kitabut tauhid (PDF)

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar