Yuk pakai masker

Bismillah

Mari kita patuhi himbauan ini,sebagai ikhtiar kita yang merupakan bentuk tawakal kita kepada Allah Subhanahuwataala

——-

Pemerintah RI: Mulai Hari Ini Semua Harus Menggunakan Masker

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Jakarta –
Mengikuti rekomendasi organisasi kesehatan dunia WHO, Pemerintah Indonesia menganjurkan penggunaan masker meski tidak sedang sakit. Masker kain lebih disarankan.
“Mulai hari ini, sesuai rekomendasi dari WHO, kita jalankan masker untuk semua. Semua harus menggunakan masker,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19, Achmad Yurianto, Minggu (5/4/2020).

Yuri mengingatkan, masker bedah dan masker N95 hanya untuk tenaga medis. Untuk sehari-hari, lebih disarankan pakai masker kain.Saran ini terkait dengan adanya beberapa kasus infeksi virus corona COVID-19 tanpa gejala yang juga menjadi sumber penyebaran penyakit. Karenanya, dianjurkan untuk semua pakai masker saat keluar rumah.

Bagi yang menggunakan masker kain, disarankan untuk tidak memakainya lebih dari 4 jam. Setelah itu, masker kain bisa dicuci dengan direndam air sabun.

repost: FP Dokter Indonesia Bertauhid

INFO: Dilema Tanggal Hijriah

perlu diketahui, hampir setiap bulannya tim HijrahApp kebingungan menentukan tanggal Hijriah. karena sebagaimana yang kita ketahui, umumnya di negara kita menggunakan metode Hisab, hanya pada bulan-bulan tertentu saja kita menggunakan metode melihat hilal, yakni hanya saat menentukan 1 Ramadhan & 1 Syawal.

Metode Hisab inilah yang memungkinkan kita dapat membuat kalender Hijriah untuk beberapa tahun mendatang. karena jika dengan melihat hilal itu tentunya tidak dapat dilakukan.

di HijrahApp sendiri kami berusaha menggabungkan 2 metode ini, itulah kenapa selain ada kalender Hijriah untuk tahun-tahun mendatang (berdasarkan metode hisab), kami melengkapi kalender ini dengan kalibrasi otomatis. namun tetap saja tim kesulitan jika terdapat perbedaan.

perlu diketahui HijrahApp akan memvalidasi tanggal Hijriah melalui sumber berikut:

  • Website pemerintah Arab Saudi: https://www.spa.gov.sa . jika dilihat website tersebut melalui PC/Laptop (bukan HP) maka di pojok atas ada tanggal Hijriah, disana tertulis hari ini (5 April 2020) bertepatan dengan 12 sya’ban 1441H.

template postersumber1

 

sumber2

 

  • Web/aplikasi/kalender cetak lokal (indonesia). nah disini, tanggal Hijriahnya berbeda. hari ini (5 April 2020) bertepatan dengan 11 sya’ban 1441H.

sumber3


 

dari penjelasan diatas, perlu kami sampaikan HijrahApp tidak akan melakukan kalibrasi tanggal Hijriah. jadi, kami serahkan ke pengguna, jika menurut antum hari ini bertepatan dengan 12 sya’ban maka besok sudah bisa dimulai puasa ayyumil bidh. namun bagi yang berpendapat hari ini adalah 11 sya’ban, maka puasa ayyumil bidh akan bertepatan pada hari selasa (7 April 2020).

kedepannya, kami berusaha menemukan cara yang lebih baik dan efektif. jika antum memiliki masukan/saran, silahkan menghubungi kami melalui email yang ada di menu navigasi.

terimakasih

 

 

Sunnah di Hari Jum’at

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, hal itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. AlJumu’ah: 9)

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Ta’ala. Jum’at adalah satu hari dimana Allah mengistimewakannya dengan beberapa hal sebagaimana dalam hadits, “Hari terbaik dimana matahari terbit di hari itu adalah hari jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at” (HR. Muslim)

Hari jum’at juga termasuk hari ‘ied (hari raya) pekanan umat Islam sebagaimana ucapan sahabat‘Abdullah bin Zubair ketika pernah di masa beliau ‘iedul fithri jatuh pada hari jum’at, “Dua hari raya dalam satu waktu” (HR. Abu Dawud, dinilai shahihAl Albani)

Di hari jum’at, seorang laki-laki muslim yang telah baligh wajib melaksanakan shalat jum’at secara berjamaah di masjid. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat Jum’at berjama’ah adalah kewajiban bagi setiap muslim, kecuali 4 golongan, yaitu budak, wanita, anak kecil, dan orang yang sakit” (HR. Abu Dawud, dinilai shahih oleh Al Albani)

Para pembaca sekalian, sebagai seorang muslim yang mengetahui betapa agungnya hari jum’at, pasti akan bersemangat untuk melaksanakan berbagai macam ibadah yang dituntunkan di hari jum’at. Salah satu contoh langka yang mungkin sebagian kaum muslimin belum tahu adalah membaca surah Al Kahfi pada hari jum’at. Insya Allah akan ada pembahasan lebih lanjut lagi.

Sunnah-sunnah ibadah yang Nabi tuntunkan untuk dikerjakan di hari jum’at sangatlah banyak. Baik sunnah-sunnah secara umum, maupun terkait khusus bagi laki-laki yang hendak melaksanakan shalat jum’at.

Sunnah-Sunnah Secara Umum

[1] Memperbanyak shalawat Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An Nasa-i)

[2] Membaca Surah AlKahfi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat AlKahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan meneranginya di antara dua Jum’at.” (HR. Hakim dalam Mustadrok, dan beliau menilainya shahih)

[3] Perbanyak Doa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud dengan detik terakhir dari hari Jum’at adalah saat menjelang maghrib, yaitu ketika matahari hendak terbenam.

[4] Perbanyak Dzikir Mengingat Allah

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah mengingat Allah…” (QS. AlJumu’ah: 9)

[5] Imam Membaca Surah AsSajdah di Rakaat ke-1 dan Surah AlInsan di Rakaat ke-2 pada Shalat Shubuh

Dari Abu Harairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at“Alif Lam Mim Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani ḥiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuuraa (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim)

Tapi seorang imam hendaknya tidak memaksakan diri untuk membaca kedua surah tersebut ketika kondisi makmumnya tidak mampu berdiri terlalu lama.

Sunnah-Sunnah Terkait Shalat Jum’at

[1] Mandi Jum’at

Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama ada yang mewajibkan mandi jum’at dalam rangka kehati-hatian berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[2] Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

[3] Memakai Pakaian Terbaik

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2 buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)

Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli pakaian khusus untuk digunakan shalat jum’at.

[4] Bersegera Berangkat ke Masjid

Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat ketika matahari telah berkurang panasnya”

[5] Perbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)

Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya

[6] Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah

Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah (duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib berkhutbah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)

[7] Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2 rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)

Penutup

Demikian sebagian sunnah-sunnah pada hari jum’at yang dapat penulis sampaikan. Semoga kita senantiasa diberikan semangat dalam menjalankan sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan bersegera menjauhi amalan yang tidak pernah beliau ajarkan. Wallahul muwaffiq.

Penulis : Wiwit Hardi P (Alumni Ma’had Al‘Ilmi Yogyakarta)

Muroja’ah : Ustadz Abu Salman, B.I.S

sumber: https://buletin.muslim.or.id/fiqih/sunnah-sunnah-di-hari-jumat

UPDATE V6.1

bismillah.

sebagian update kali ini berfokus pada bugs dan performa, sekaligus penambahan beberapa fitur baru yang kami kira dibutuhkan. perlu kami sampaikan rilis HijrahApp untuk iOs akan jauh terlambat dari yang dijadwalkan karena kesulitan pengembangan (minimnya ilmu kami). saat ini progress iOs v1.0 masih berkisar di 70%. semoga Allah mudahkan kami untuk menyelesaikannya.

kedepannya, kami berencana berfokus pada konten, yakni dengan menyematkan fitur edukasi dakwah yang sistematis, terarah, terstruktur, dan tentunya gratis bagi siapapun.

Ikhwah, dengan usia HijrahApp yang baru berjalan 2-tahunan, HijrahApp ibarat bayi yang baru bisa sekedar menghibur & meramaikan. bantulah HijrahApp ini tumbuh cukup dengan “review” yang baik dan membangun atau dengan membagikan ke teman-teman antum. mudah-mudahan kedepannya HijrahApp bisa dirasakan manfaatnya secara luas. yakni menjadi salah satu wasilah yang terdepan dalam menyambut saudara-saudari kita yang ingin merasakan indahnya sunnah.

Update/Install:
https://goo.gl/aJKAos


update v6.1

+fitur “voice search” di penelurusan islami @beranda
+fitur pencarian kata di Alquran
+fitur share gambar ayat di Alquran
+perbaikan & peningkatan alarm sholat
+peningkatan fitur Quiz
+peningkatan fitur galeri
+perbaikan bugs & peningkatan2

kirimkan masukan & saran antum melalui email ke: HijrahApp@gmail.com

kami mungkin tidak membalasnya, tapi kami berusaha menyempatkan untuk membacanya. barakallahu fiikum

Update/Install:
https://goo.gl/aJKAos

 

Update HijrahApp v6.0.8

Update/Install:
https://goo.gl/aJKAos

catatan: sekedar info bagi yang belum tau, warna pink di poster ini hanya salah satu tema HijrahApp, HijrahApp memiliki 5 tema yang bisa antum pilih di pengaturan. dan mohon muat ulang HijrahApp setelah memilih untuk perubahan.


bagi yang menggunakan v6.0.2 dan dibawahnya, yuk update ke v6.0.8. mohon update langsung dari google playstore, bukan dari v*vo store, opp* store dan semisalnya. karena biasanya update di selain google playstore terlambat. dan kebanyakan bukan versi yang stabil. jadi downloadlah langsung dari google playstore.

Update V6.0.8

-perbaikan tampilan/tema
-Redesign fitur amal harian
-Redesign fitur shalat & Qiblat
-Redesign kalender hijriah
-Perbaikan tajwid berwarna
-perbaikan typo pada rasm ustmani
-improve fitur share
-penambahan Fatwa TV di TV Streaming, perbaikan bugs, dll


sekilas Fitur Amal Harian

fitur amal harian kami desain ulang untuk memudahkan integrasi pengembangan kedepannya. saat ini, antum bisa menambahkan amalan lainnya (custom) di fitur ini, tapi ingat karena ini adalah fitur amal harian jadi fitur ini akan di reset setiap harinya. dan juga, berbeda dengan versi sebelumnya, untuk menandakan amalan telah dikerjakan cukup dengan mengetuk, di fitur terbaru gunakan swipe/usap untuk menandakan amalan sudah dikerjakan. amalan yang sudah dikerjakan akan dihapus dari daftar amal harian. dan akan di reset kembali setiap harinya.

sekilas fitur kalender hijriah

kami mendesain ulang fitur kalender hijriah dan menghilangkannya sebagai daftar menu. namun antum tetap dapat mengakses fitur kalender ini dengan mengetuk tanggal hijriah. berbeda dengan sebelumnya, yang hanya menggunakan metode hisab, pada versi terbaru kami menambahkan metode hilal. yakni sinkronisasi otomatis ke server HijrahApp jika internet aktif.

sekilas fitur shalat & Qiblat

fitur ini juga kami desain ulang, dan menambahkan beberapa waktu yang kira kami penting seperti waktu tengah malam (waktu berakhirnya shalat isya) dan waktu sepertiga malam (bagi mereka yang ingin mendapatkan keutamaan di waktu ini).  dan kami menambahkan opsi koreksi manual yang bisa di akses dengan mengetuk waktu shalat tersebut.

sekilas improve fitur share

jika antum suka untuk share poster dan artikel beranda/info kajian, kini antum tidak perlu ketuk tahan tulisan kemudian download poster dan semisalnya. cukup ketuk icon search yang terletak di kanan atas. maka HijrahApp secara otomatis akan menyalin seluruh artikel berserta poster dakwah tersebut. ini akan berjalan normal jika  share via wa. namun untuk share di facebook, instagram dan semisalnya, antum perlu mem-pastekan artikel (yang telah disalin otomatis) di status antum. karena di medsos hanya poster dakwah yang dapat ditampilkan otomatis adapun tulisan/artikel antum tetap harus mempastekannya sendiri (hanya saja tidak perlu mengcopy/menyalin lagi)


Informasi tambahan, tim saat ini baru memulai pengembangan HijrahApp versi iOs. jika tidak ada kendala, HijrahApp v1.0 untuk iOs dijadwalkan rilis januari 2020 mendatang insyaallah.

Akhir kata, bagaimanapun HijrahApp tidak terlepas dari banyaknya kekurangan. kami akan berusaha melakukan semaksimal yang kami bisa untuk memperbaiki dan meningkatkan HijrahApp kedepannya. dan sekiranya ada saran/masukan pengembangan, silahkan hubungi kami melalui email. mungkin kami tidak dapat menanggapi semua pesan yang masuk, tapi kami berusaha menyempatkan untuk membacanya. barakallahu fiikum

[BESOK] Keutamaan Puasa Asyura

Apa saja keutamaan puasa Asyura? Puasa Asyura ini dilakukan pada hari kesepuluh dari bulan Muharram dan lebih baik jika ditambahkan pada hari kesembilan.

Berikut beberapa keutamaan puasa Asyura yang semestinya kita tahu sehingga semangat melakukan puasa tersebut.

1- Puasa di bulan Muharram adalah sebaik-baik puasa.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

Muharram disebut syahrullah yaitu bulan Allah, itu menunjukkan kemuliaan bulan tersebut. Ath Thibiy mengatakan bahwa yang dimaksud dengan puasa di syahrullah yaitu puasa Asyura. Sedangkan Al Qori mengatakan bahwa hadits di atas yang dimaksudkan adalah seluruh bulan Muharram. Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 2: 532. Imam Nawawi rahimahullah berkata bahwa bulan Muharram adalah bulan yang paling afdhol untuk berpuasa. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 50.

Hadits di atas menunjukkan keutamaan puasa di bulan Muharram secara umum, termasuk di dalamnya adalah puasa Asyura.

2- Puasa Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu

Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Kata Imam Nawawi rahimahullah, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau penerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu. Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut. Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 46.

Adapun Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berpendapat secara mutlak setiap dosa bisa terhapus dengan amalan seperti puasa Asyura. Lihat Majmu’ Al Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 7: 487-501

3- Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah)

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas beliau mengatakan,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)

Kenapa sebaiknya menambahkan dengan hari kesembilan untuk berpuasa? Kata Imam Nawawi rahimahullah, para ulama berkata bahwa maksudnya adalah untuk menyelisihi orang Yahudi yang cuma berpuasa tanggal 10 Muharram saja. Itulah yang ditunjukkan dalam hadits di atas. Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 14.

Tahun ini (1436 H), tanggal 9 dan 10 Muharram jatuh pada hari Ahad dan Senin (2 dan 3 November 2014). Semoga kita bisa menjalaninya dan jangan lupa sampaikan pada istri, anak, kerabat dan rekan-rekan muslim lainnya.

Hanya Allah yang memberi taufik untuk beramal shalih.

Referensi:

Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibnu Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H.

Majmu’ Al Fatawa, Abul ‘Abbas Ahmad bin Abdul Halim (Ibnu Taimiyah), terbitan Darul Wafa dan Dar Ibni Hazm, cetakan keempat, tahun 1432 H.

Tuhfatul Ahwadzi bi Syarh Jaami’ At Tirmidzi, Al Hafizh Abu ‘Ulaa Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri, terbitan Darus Salam, cetakan pertama, tahun 1432 H.

Akhukum fillah,

Muhammad Abduh Tuasikal (Rumaysho.Com)

sumber: https://rumaysho.com/3750-keutamaan-puasa-asyura.html

UPDATE V6.0

Update/Install:
https://goo.gl/aJKAos


Alhamdulillah, HijrahApp v6.0 akhirnya dapat kami rilis. perlu diketahui masih banyak PR pengembangan yang harus dilakukan. sehingga tentunya di v6.0 ini tidak lepas dari kekurangan yang ada. namun kami berharap versi ini lebih baik dari versi sebelumnya insyaallah.

pada versi ini perbaikan sebagian besarnya berfokus pada fitur Alquran. dan beberapa fitur lainnya. serta kami juga memperbaiki beberapa kelemahan versi sebelumnya. akhir kata masih banyak PR pengembangan yang harus dilakukan, dan tim berkerja setiap hari untuk menjadikan HijrahApp bermanfaat, nyaman dan mudah digunakan bagi siapapun.


Major Update V6.0
-redesign Alquran & penambahan fitur
-perbaikan bugs pada baca artikel
-redesign database
-redesign fitur-fitur HijrahApp & peningkatan
-dll


masukkan dan saran pengembangan:

HijrahApp@gmail.com


HijrahApp powered by MUHSININ

semoga Allah membalas kebaikan muhsinin dimanapun mereka berada. semoga Allah memudahkan segala urusan mereka serta mengampuni kesalahan-kesalahan mereka.

Update/Install:
https://goo.gl/aJKAos

wahai pencari kebaikan sambutlah, wahai pencari kejelekan berhentilah..!

[INFO] sesuai keputusan pemerintah indonesia, insyaallah 1 ramadhan jatuh pada hari Senin – 6 Mei 2019. Alhamdulillah masih dipertemukan..!

berikut artikel (lama) yg semoga memotivasi kita berbuat kebaikan di bulan ramadhan:


Alhamdulillaah, Ramadan, bulan yang penuh berkah telah berada di ambang pintu. Sudah sepatutnya setiap hamba memersiapkan diri untuk menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Allah ta’ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” [Yunus: 58]

Asy-Syaikh Al-Mufassir Abdur Rahman bin Nashir As-Si’di rahimahullah berkata:

فقال: {قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ} الذي هو القرآن، الذي هو أعظم نعمة ومنة، وفضل تفضل الله به على عباده {وَبِرَحْمَتِهِ} الدين والإيمان، وعبادة الله ومحبته ومعرفته. {فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ} من متاع الدنيا ولذاتها

“Firman Allah ta’ala, ‘Katakanlah: Dengan karunia Allah’, yaitu (karunia) Alquran yang merupakan nikmat dan anugerah terbesar, serta keutamaan yang Allah karuniakan atas hamba-hamba-Nya. ‘Dan rahmat-Nya’, yaitu agama (Islam), iman, ibadah kepada Allah, kecintaan kepada-Nya dan pengenalan terhadap-Nya. ‘Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan’, yaitu yang mereka kumpulkan berupa kesenangan dunia dan semua kelezatannya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 366]

Ketika masuk Ramadan, Rasulullah ﷺ mengabarkan berita gembira kepada kaum Muslimin tentang keutamaan Ramadan, sebagaimana dalam sabda beliau ﷺ:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَتُغَلَّقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan puasanya atas kalian, padanya pintu-pintu langit di buka, pintu-pintu Neraka ditutup, setan-setan yang paling durhaka dibelenggu, dan Allah memiliki satu malam padanya, yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalangi kebaikannya, maka sungguh ia telah benar-benar terhalangi.” [HR. Ahmad dan An-Nasaai dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 55]

Inilah saatnya untuk memerbanyak kebaikan dan bertobat dari kemaksiatan, serta banyak berdoa dan memohon ampun dosa, karena bisa jadi inilah Ramadan terakhir kita. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِى مُنَادٍيَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Apabila masuk hari pertama Ramadan, setan-setan dan para jin yang paling durhaka itu dibelenggu, pintu-pintu Neraka ditutup dan tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Pintu-pintu Surga dibuka dan tidak ada satu pintu pun yang ditutup, dan berserulah seorang penyeru: ‘Wahai Pencari kebaikan, sambutlah. Wahai Pencari kejelekan, berhentilah’. Dan Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari Neraka, yang demikian itu pada setiap malam Ramadan.” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 759]

Al-‘Allamah As-Sindi rahimahullah berkata:

قَوْلُهُ (يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ) مَعْنَاهُ يَا طَالِبَ الْخَيْرِ (أَقْبِلْ) عَلَى فِعْلِ الْخَيْرِ فَهَذَا شَأْنُكَ تُعْطَى جَزِيلًا بِعَمَلٍ قَلِيلٍ (وَيَا طَالِبَ الشَّرِّ) أَمْسِكْ وَتُبْ فَإِنَّهُ أَوَانُ قَبُولِ التَّوْبَةِ

“Sabda Nabi ﷺ: ‘Wahai Pencari kebaikan, sambutlah’, maknanya adalah: Wahai Pencari kebaikan, bersegeralah melakukan kebaikan. Inilah urusanmu. Engkau akan diberikan pahala besar walau dengan amalan kecil. Dan sabda beliau ﷺ: ‘Wahai Pencari kejelekan, berhentilah’. Maknanya adalah: Berhentilah berbuat dosa dan bertobatlah, karena sungguh Ramadan adalah waktu diterimanya tobat.” [Haasyiyatus Sindi ‘ala Sunan Ibni Maajah, 1/503-504]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

إِنَّ لِلَّهِ عُتَقَاءَ مِنَ النَّارِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَلِكُلِّ مُسْلِمٍ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ

“Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari Neraka di setiap siang dan malam Ramadan, dan bagi setiap Muslim di setiap malam dan siangnya ada doa yang pasti dikabulkan.” [HR. Ath-Thobrani dalam Al-Mu’jam Al-Aushat dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu, Shahihut Targhib: 1002]

Ringkasan Keutamaan Ramadan yang Terkandung dalam Hadis-hadis yang Mulia di Atas:

  • Ramadan adalah bulan yang diberkahi, artinya yang memiliki banyak kebaikan.
  • Bulan amalan wajib yang sangat agung, yaitu berpuasa.
  • Bulan pendidikan ibadah, latihan kesabaran dan menguatkan persaudaraan antara kaum Muslimin.
  • Setan-setan dibelenggu, sehingga faktor terjerumus dalam dosa berkurang.
  • Pintu-pintu langit dan Surga dibuka, dalam riwayat lain: Pintu-pintu rahmat dibuka.
  • Pintu-pintu Neraka ditutup, maka Ramadan adalah bulan yang lebih ditekankan untuk memerbanyak kebaikan dan bertobat dari kemaksiatan.
  • Adanya Penyeru yang berseru setiap malam: Wahai Pencari kebaikan, sambutlah. Wahai Pencari kejelekan,
  • Adanya hamba-hamba yang dibebaskan dari Neraka di setiap siang dan malamnya. Maka hendaklah siang hari diisi dengan puasa serta ibadah-ibadah lainnya, dan malam hari diisi dengan shalat Tarawih dan ibadah-ibadah lainnya, karena itulah sebab-sebab meraih rahmat Allah dan terbebas dari api Neraka.
  • Lailatul Qadar terdapat pada waktu Ramadan, yaitu malam yang ibadah padanya lebih baik dari ibadah selama seribu bulan.
  • Doa-doa kaum Muslimin dikabulkan pada waktu Ramadan di setiap siang dan malamnya.

Sungguh sebaik-baik persiapan untuk menyambut tamu yang agung ini adalah menuntut ilmu agama, khususnya ilmu tentang ibadah-ibadah yang disyariatkan di bulan yang mulia ini. Karena ibadah seseorang tidak mungkin diterima tanpa berdasar ilmu, yaitu tanpa mengikuti petunjuk-petunjuk Rasulullah ﷺ, maka wajib bagi setiap hamba untuk berilmu sebelum beramal. Tidak boleh hanya bermodal semangat belaka, kemudian ikut-ikutan dalam beribadah. Allah ta’ala telah mengingatkan:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” [Al-Isra’: 36]

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami ini apa yang tidak berasal darinya, maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَد

“Barang siapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada atasnya petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Ammaa ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (ﷺ) dan seburuk-buruk urusan adalah perkara baru (dalam agama). Dan semua bid’ah (perkara baru dalam agama) itu sesat.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma]

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِى فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah, serta mendengar dan taat kepada pemimpin (negara), meski pemimpin tersebut seorang budak dari Habasyah. Karena sesungguhnya siapa pun diantara kalian yang masih hidup sepeninggalku akan melihat perselisihan yang banyak (dalam agama). Maka wajib bagi kalian (menghindari perselisihan tersebut) dengan berpegang teguh kepada Sunnahku dan sunnah Al-Khulafa’ur Rasyidin yang telah mendapat petunjuk. Peganglah Sunnah itu, dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan berhati-hatilah kalian terhadap perkara baru (bid’ah dalam agama), karena setiap bid’ah itu sesat.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu’anhu]

Sahabat yang mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata:

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةُ وَإِنْ رَآهَا النَّاس حَسَنَة

“Setiap bid’ah itu sesat, meski manusia menganggapnya hasanah (baik).” [Dzammul Kalaam: 276]

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Sumber: http://sofyanruray.info/wahai-pencari-kebaikan-sambutlah-wahai-pencari-kejelekan-berhentilah/

[INFO] Jika HijrahApp error..

bismillah,

beberapa pekan ini HijrahApp terus mengalami perbaikan terutama pada database. dan qodarullah, ini menjadi penyebab utama terjadinya error pada update terbaru pada sebagian pengguna. sebab kegagalan sistem pada sebagian android untuk menghapus database lama dan menyalin database terbaru.

jika ini terjadi, solusinya adalah hapus dan install kembali HijrahApp antum. harusnya ini mengatasi 90% masalah tersebut. namun, jika masih berlanjut antum bisa menghubungi kami melalui HijrahApp@gmail.com.

sebagai informasi. sebelum update, kami mengujicoba HijrahApp ke 6 emulator android dengan sistem android berbeda (dari android jelly bean, kitkat hingga android pie terbaru). dan mengetes ke smartphone kami pribadi (Redmi 4x). dan kami mengupload jika pengujian itu berhasil.

namun demikian, itu tidaklah menjamin bahwa ini akan berjalan lancar pada semua perangkat. karena pengembangan yang semakin komples dan beragamnya jenis smartphone dan versi android serta minimnya ilmu.

kedepannya kami akan menunda beberapa update/perbaikan, semua masukan/laporan yang masuk melalui email tetap kami tampung. perbaikan dan pengembangan tetap berjalan. hanya saja tidak bisa segera kami rilis/publish karena ini dapat berdampak pada pengguna lainnya.

semoga Allah memberi kemudahan

terimakasih

 

 

 

 

 

Besok (22 – 24 oktober), yuk puasa ayyaumil bidh

Kita disunnahkan berpuasa dalam sebulan minimal tiga kali. Dan yang lebih utama adalah melakukan puasa pada ayyamul bidh, yaitu pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah (Qomariyah). Puasa tersebut disebut ayyamul bidh (hari putih) karena pada malam-malam tersebut bersinar bulan purnama dengan sinar rembulannya yang putih.

Dalil Pendukung

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Namun dikecualikan berpuasa pada tanggal 13 Dzulhijjah (bagian dari hari tasyriq). Berpuasa pada hari tersebut diharamkan.

Referensi:

Al Fiqhu Al Manhaji ‘ala Madzhabil Imam Asy Syafi’i, Dr. Musthofa Al Bugho, dkk, terbitan Darul Qolam, cetakan kesepuluh, tahun 1431 H, hal. 357-358.

Disusun @ Pesantren Darush Sholihin, Panggang-Gunungkidul, malam 8 Syawal 1434 H selepas shalat ‘Isya’

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

sumber: Muslim.Or.Id