[Belajar Tauhid] 26. Muqaddimah Qowaa Idul Arba’ah 3

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Orang-orang musyrik pada zaman Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-memiliki sesembahan yang berbeda-beda. Mereka semua diperangi oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-  tanpa terkecuali.
  • Orang-orang musyrik di zaman sekarang lebih parah dibandingkan kaum musyrikin zaman dulu. Kaum musyrikin zaman dahulu berbuat syirik pada saat lapang (bergelimang kenikmatan) dan mereka mengikhlaskan (ibadah kepada Allâh semata) ketika berada dalam keadaan sempit (tertimpa musibah). Sedangkan orang-orang musyrik di zaman kita berbuat syirik dalam setiap keadaan, baik ketika lapang maupun sempit.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah ketiga dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

headertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 25. Muqaddimah Qowaa Idul Arba’ah 2

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-  meyakini bahwa Allâh Ta’âlâ adalah satu-satunya Pencipta dan Pengatur (segala urusan). Akan tetapi keyakinan mereka itu tidak memasukkan mereka ke dalam Islam dan tidak mengeluarkan mereka dari kekafiran karena mereka mempersekutukan Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan yang lainnya dalam ibdah-ibadah mereka. Mereka  berkata : “Kami tidaklah berdoa dan tidak beribadah kepada mereka (sembahan selain Allâh) kecuali supaya mereka mendekatkan kami pada Allâh dan memberi syafaat kepada Kami disisi Allâh.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kedua dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

headertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 24. Muqaddimah Qowaa Idul Arba’ah 1

Alhamdulillah, atas kemudahan dari Allah semata kita telah menyelesaikan kajian kitab ilmu dan kajian pengantar tauhid. kini kita akan memulai babak baru, kajian inti, yakni tauhid – membahas kitab Qowaa Idul Arba’ah. mudah-mudahan Allah memberi kita kekuatan untuk dapat menyelesaikan bahasan ini dan seterusnya.

tetap semangat, luruskan niat, senantiasa berusaha dan berdo’a. yakinlah ini tidak akan sia-sia. ketuk gambar dibawah untuk memulai materi. dan tetap semangat 💪

headertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 23. Pengantar kajian tauhid 10

catatan: besok, Sabtu 15 Agustus pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif . silahkan dipelajari kembali materi sepekan ini 🙏


pada materi sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

SYIRIK KECIL Syirik adalah setiap bentuk kesyirikan yang keluar dari 4 kriteria syirik besar. Dinamakan dengan syirik kecil karena ada syirik yang lebih besar darinya. Bukan berarti syirik kecil itu dosa kecil. Syirik kecil seluruhnya adalah dosa besar, bahkan dosa yang paling besar setelah syirik besar. Maka kesyirikan sekecil apapun dosanya tetap lebih besar dibandingkan dosa apapun setelah dosa syirik besar.

selanjutnya kita akan masuk pada bagian kesepuluh dari kajian pengantar tauhid. ketuk gambar dibawah untuk memulai materi;

headertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 22. Pengantar kajian tauhid 9

pada materi sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

SYIRIK BESAR terdiri dari 4 kategori : Syirku Ad-Da’wh (syirik dalam doa); Syirku An-Niyyah (syirik dalam niat, kehendak, dan tujuan); Syirku Al-Thaa-‘ah (syirik dalam ketaatan); dan Syirku Al-Mahabbah (syirik dalam kecintaan).

selanjutnya kita akan masuk pada bagian kesembilan dari kajian pengantar tauhid. ketuk gambar dibawah untuk memulai materi;

headertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 21. Pengantar kajian tauhid 8

pada materi sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

SYIRIK ADALAH : Menyamakan selain Allâh -‘Azza wa Jalla- dengan Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam hal-hal yang menjadi kekhususan Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam masalah rububiyyah, atau uluhiyyah, atau asma’ dan shifat-Nya; yang zhahir (jelas) maupun yang bathin (samar); yang terkait dengan I’tiqad (keyakinan), perbuatan, maupun ucapan.

selanjutnya kita akan masuk pada bagian kedelapan dari kajian pengantar tauhid. ketuk gambar dibawah untuk memulai materi;

template postertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 20. Kajian pengantar tauhid 7

pada materi sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Kesyirikan memiliki sedemikian banyak bahaya bagi pelakunya dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Dan cukup sebagai wakil dari seluruh bahaya tersebut ketika Allâh -‘Azza wa Jalla- mengumumkan bahwa Ia dan Rasul-Nya berlepas diri dari para pelaku kesyirikan.

selanjutnya kita akan masuk pada bagian ketujuh dari kajian pengantar tauhid. ketuk gambar dibawah untuk memulai materi;

template postertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 19. Pengantar kajian tauhid 6

pada materi sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Kesyirikan adalah dosa besar yang paling besar, kezhaliman yang paling zhalim, kejahatan yang paling jahat, dan dosa yang tidak bakal terampuni jika sampai terbawa mati. Puncak dan inti kejelekan kesyirikan adalah bahwa kesyirikan itu merupakan bentuk penyamaan antara makhluq dengan Al-Khâliq (Allâh).

selanjutnya kita akan masuk pada bagian keenam dari kajian pengantar tauhid. ketuk gambar dibawah untuk memulai materi;

template postertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 18. Pengantar kajian tauhid 5

catatan: besok, Sabtu 8 Agustus pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif . silahkan dipelajari kembali materi sepekan ini 🙏


pada materi sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Seandainya Tauhid itu tidak memiliki keutamaan apapun kecuali mencegah seorang hamba dari kekekalan dalam adzab neraka, maka hal ini sudah cukup menjadi sebab bagi para hamba untuk mengerahkan segenap kemampuannya dalam mewujudkan dan memurnikan Tauhidnya kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Terlebih, ketika Tauhid bisa menyebabkan terampuninya seluruh dosa dengan kehendak Allâh -‘Azza wa Jalla-.

selanjutnya kita akan masuk pada bagian kelima dari kajian pengantar tauhid. ketuk gambar dibawah untuk memulai materi;

template postertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 17. Pengantar kajian tauhid 4

pada pertemuan sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Diantara keutamaan Tauhid adalah sebagai syarat diterimanya amal ibadah. Dan kadar pahala yang didapatkan seorang hamba dari amal ibadahnya sesuai dengan kadar tauhidnya. Tauhid juga merupakan syarat utama amannya seseorang dari adzab Allâh -‘Azza wa Jalla- di dunia dan akhirat.

selanjutnya kita akan masuk pada bagian keempat dari kajian pengantar tauhid. ketuk gambar dibawah untuk memulai materi;

template postertemplate video

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“