[Belajar Tauhid] 46. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 23

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

_____ Ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu : Al-Hubbu (cinta), Al-Khaufu (takut), dan Ar-Rajâ’u (harapan).

_____ Al-Khaufu (takut), dan Ar-Rajâ’u (harapan) tidaklah mengurangi keikhlasan seseorang dalam ibadahnya, bahkan hal itu merupakan sesuatu yang di tuntunkan oleh syari’at, diperintahkan oleh Karena Allâh -‘Azza wa Jalla- dan Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-, sifat yang sangat menonjol dari orang-orang yang bertaqwa, dan sesuatu yang sangat dicintai oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keduapuluh-tiga dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 45. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 22

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

_____ Ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu : al-hubbu (cinta), al-khauf (takut), dan ar-rajâ’ (harapan).

_____ Ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu : al-hubbu (cinta), al-khauf (takut), dan ar-rajâ’ (harapan).

_____ Pilar pertama dari ibadah adalah al-hubbu atau al-mahabbah, yaitu kecintaan terhadap Dzat Yang Disembah (Allâh -‘Azza wa Jalla-). Dan seseorang tidak dikatakan mencintai Allâh -‘Azza wa Jalla- sampai dia mengikuti Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- (_____ QS Ali Imrân : 31).

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keduapuluh-dua dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 44. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 21

بسم الله

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Tujuan penciptaan para hamba adalah untuk beribadah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Dan ibadah itu adalah : “Suatu bentuk perendahan diri kepada Allâh yang dilandasi dengan rasa cinta dan pengagungan dengan cara melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya sebagaimana yang dituntunkan dalam syari’at-Nya.”

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keduapuluh-satu dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 43. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 20

catatan: insyaallah besok (sabtu), pukul 17.00WIB quis pekanan akan aktif. jadi, muraja’ah lagi yaa 🙏


pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

_____ Al-Haniif adalah orang merealisasikan makna dari kalimat laa ilaaha illallaah dengan semua konsekuensinya dan kokoh diatasnya.

_____ Seorang yang Haniif, tidak hanya memurnikan ibadahnya hanya untuk Allâh -‘Azza wa Jalla- semata dan tidak mempersekutukannya dengan sesuatu apapun juga. Tetapi juga berlepas diri seutuhnya dari semua bentuk kesyirikan berikut pelakunya. Inilah makna dari perkataan Nabi Ibrahim –‘Alaihissalâm- : “Sesungguhnya Kami berlepas diri dari kalian dan dari segala yang kalian sembah selain Allâh.” _____ QS. Al-Mumtahanah : 4.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keduapuluh dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 42. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 19

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Al-Hanifiyyah adalah agama Tauhid, satu-satunya agama Allâh -‘Azza wa Jalla-, agama yang dibawa oleh seluruh Nabi dan Rasul. Yaitu agama yang dibangun diatas dasar :  “Memurnikan seluruh ibadah hanya untuk Allâh -‘Azza wa Jalla- semata, tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun juga, dan berlepas diri dari seluruh bentuk kesyirikan dan pelakunya”.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kesembilan-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 41. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 18

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Istighfar merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi setiap hamba. Istighfar adalah amalan yang ringan, sedangkan keutamaanya luar biasa. Hanya saja masalahnya, kebanyakan orang beristighfar tetapi istighfarnya tidak bermanfaat, karena ketika beristighfar tidak menjaga adab-adabnya.
  • Diantara adab terpenting dalam istighfar adalah : Ikhlash, Khusyuk (Kehadiran Hati), Yakin, I’tiraaf (Pengakuan Terhadap Dosa), dan Berwasilah Dengan Amal Shalih.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kedelapan-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 40. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 17

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Diantara keutamaan istighfar adalah : menjadi sebab keberuntungan, melapangkan dada, membersihkan hati, terkabulnya doa, dan selamat dari makar iblis beserta bala tentaranya. Dan Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- adalah teladan terbaik dalam urusan istighfar.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah ketujuh-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 39. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 16

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Istighfar adalah permohonan ampun seorang hamba kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- atas dosanya yang menjadi kewajiban bagi setiap hamba yang memiliki bagian dari dosa. Untuk amalan yang mulia ini Allâh -‘Azza wa Jalla- menjanjikan sedemikian banyak keutamaan bagi pelakunya, diantaranya : Pengampunan Terhadap Dosa, Pembebasan Dari Adzab, Pembuka Pintu Keberkahan.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keenam-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 38. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 15

Catatan: Insyaallah sabtu besok ujian pekanan 08 akan aktif. Yuk murajaah materi sepekan ini 👌


pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Memurnikan Tauhid kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- termasuk sarana utama untuk mendapatkan ampun-Nya. Dan taubat seorang hamba akan senantiasa diterima oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- asalkan dia jujur dalam taubatnya dan terpenuhi syarat-syaratnya, meskipun dia berulangkali terjatuh pada dosa yang sama.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kelima-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“

[Belajar Tauhid] 37. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 14

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  1. Diampuni dosanya oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Diganti kejelekannya dengan kebaikan.
  3. Ditutupi kesalahannya dan dimasukkan ke surga.
  4. Mendapatkan kecintaan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  5. Dibukakan untuknya pintu keberkahan dan mendapatkan banyak kebaikan untuk urusan dunia dan akhiratnya.

Termasuk kesempurnaan taubat adalah menjauhi lingkungan yang buruk.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keempat-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

“ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.“