[Belajar Tauhid] 38. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 15

Catatan: Insyaallah sabtu besok ujian pekanan 08 akan aktif. Yuk murajaah materi sepekan ini 👌


pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Memurnikan Tauhid kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- termasuk sarana utama untuk mendapatkan ampun-Nya. Dan taubat seorang hamba akan senantiasa diterima oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- asalkan dia jujur dalam taubatnya dan terpenuhi syarat-syaratnya, meskipun dia berulangkali terjatuh pada dosa yang sama.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kelima-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 37. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 14

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  1. Diampuni dosanya oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  2. Diganti kejelekannya dengan kebaikan.
  3. Ditutupi kesalahannya dan dimasukkan ke surga.
  4. Mendapatkan kecintaan Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  5. Dibukakan untuknya pintu keberkahan dan mendapatkan banyak kebaikan untuk urusan dunia dan akhiratnya.

Termasuk kesempurnaan taubat adalah menjauhi lingkungan yang buruk.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keempat-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 36. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 13

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Taubat merupakan kewajiban bagi setiap hamba.
  • Taubat adalah meninggalkan dosa karena takut pada Allâh, menyesalinya, dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya. 
  • Taubat diterima oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- jika terpenuhi kelima syaratnya : [1] ikhlash, [2] berhenti dari perbuatan dosanya, [3] menyesalinya, [4] bertekat tidak mengulanginya, dan [5] pintu taubat belum tertutup.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah ketigabelas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 35. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 12

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Tidak ada seorang hambapun yang ma’shum (terjaga secara sempurna dari semua dosa).                 Bahkan asalnya manusia itu tempatnya salah dan dosa. Jadi, Allâh -‘Azza wa Jalla- memang tidak menghendaki manusia itu ma’shum (terpelihara secara sempurna dari dosa-dosa). Yang Allâh kehendaki adalah agar para hamba berupaya maksimal untuk mentaati-Nya, menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Kemudian apabila mereka terlanjur berbuat dosa mereka bersegera bertaubat kepada-Nya, tidak putus asa dari ampunan-Nya tetapi juga tidak terus-menerus berkubang di dalam lumpur dosa.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kedua-belas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 34. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 11

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Pahala bagi orang yang bersabar tidak bisa ditakar dan ditimbang. Mereka benar-benar akan mendapatkan ketinggian derajat. Demikian janji Allâh -‘Azza wa Jalla- [QS. Az-Zumar : 10]. Janji ini cukup sebagai alasan bagi orang-orang beriman untuk bersabar dan mengokohkan kesabarannya.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kesebelas dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 33. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 10

Catatan: insyaallah sabtu besok ujian pekanan 07 aktif. jangan lupa murajaah materi sepekan ini yaa 🙏.


pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Kesabaran mutlak diperlukan dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan mendakwahkannya.
  • Kesabaran juga mutlak dibutuhkan untuk mempertahankan keislaman.
  • Kesabaran termasuk konsekuensi dan penyempurna Tauhid.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kesepuluh dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 32. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 9

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Diantara jenis kesabaran adalah sabar untuk tidak bermaksiat kepada Allâh ‘Azza wa Jalla-, dan sabar dalam menerima semua ketentuan taqdir-Nya. Karena setiap hamba mendapat larangan dari Allâh -‘Azza wa Jalla- sebagaimana ia mendapat perintah dari-Nya, maka wajib baginya menjauhi larangan-larangan-Nya sebagaiman ia melaksanakan perintah-perintah-Nya. Dan setiap hamba pasti juga diuji oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- maka wajib baginya bersabar dan ridha terhadap semua ketentuan taqdir-Nya, meyakini bahwa Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak menghendaki apapun kecuali kebaikan untuknya.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kesembilan dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 31. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 8

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

  • Bersabar merupakan KEWAJIBAN bagi setiap hamba berdasarkan dalil-dalil Al-Kitâb, As-Sunnah dan Ijma’.
  • Semua bentuk ibadah memiliki pahala yang ditentukan, kecuali kesabaran, pahalanya tanpa batas. Allâh -‘Azza wa Jalla- juga menyediakan sedemikian banyak keutamaan bagi orang-orang yang bersabar, Allâh -‘Azza wa Jalla- tidak menghimpun keutamaan-keutamaan tersebu untuk selain mereka.
  • Sabar ada tiga bagian : sabar di atas ketaatan kepada Allâh, sabar dari apa-apa yang diharamkan oleh Allâh, sabar terhadap takdir-takdir Allâh.
  • Kesabaran dalam melakukan ketatan-ketaatan ada dalam tiga keadaan : sebelum, ketika, dan setelah selesai dari suatu amalan.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah kedelapan dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 30. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 7

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Kufur nikmat merupakan lawan dari syukur nikmat. Syukur adalah menampakkan pengaruh nikmat yang telah Allâh -‘Azza wa Jalla- berikan kepada seorang hamba dari hatinya dengan keimanan, dari lisannya dengan pujian, dan dari anggota badannya dengan ibadah serta ketaatan. Sehingga seorang dapat dikatakan bersyukur jika terpenuhi tiga unsur tersebut. Barangsiapa yang tidak merealisasikan ketiga hal tersebut, maka ia telah terjatuh dalam kufur nikmat.

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah ketujuh dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

[Belajar Tauhid] 29. Muqaddimah Al Qawaa ‘id Al Arba’ah 6

pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa Diantara sebab kebahagiaan dunia dan akhirat adalah :

  • BERSYUKUR ketika diberi nikmat; 
  • BERSABAR ketika ditimpa ujian; dan
  • BERTAUBAT ketika terlanjur berbuat dosa. 

selanjutnya kita akan masuk pada Muqaddimah keenam dari Qowaa Idul Arba’ah. ketuk gambar dibawah untuk memulai pelajaran:

link alternatif

ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.