[Kitabut Tauhid 3] 29. Makna Kalimat Tauhid 29

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- tidak menjadikan hanya sekedar melafadzkan laa ilaaha illallaah sebagai sebab terjaganya darah dan harta, bahkan tidak juga sekedar mengerti maknanya disertai pengakuan terhadap konsekuensi-kinsekuansinya, bahkan tidak cukup dengan beribadah kepada Allâh -‘Azza wa Jalla- semata, bahkan tidak akan haram harta dan darahnya hingga ia tambahkan kepada itu semua sikap kufur kepada yang disembah selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar