[Kitabut Tauhid 3] 26. Makna Kalimat Tauhid 26

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

  • Ahlu Kitab (Yahudi dan Nashrani) mentaati orang-orang alim dan orang-orang shalih diantara mereka dalam mengaharamkan apa yang dihalalkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- atau sebaliknya menghalalkan apa yang diharamkan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-.
  • Apa yang mereka lakukan termasuk dalam kategori asy-syirku fith-thaa-‘ah (kesyirikan dalam ketaatan), yaitu mentaati selain Allâh -‘Azza wa Jalla- dalam hal-hal yang merupakan kemaksiatan kepada-Nya. Juga merupakan asy-syirku fit-tasyrii’ (kesyirikan dalam pensyariatan), dimana mereka menghalalkan apa yang Allâh -‘Azza wa Jalla- haramkan bagi mereka, dan mengharamkan apa yang Allâh -‘Azza wa Jalla- halalkan bagi mereka dengan mengikuti orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka. 

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar