PERAMPAS KENIKMATAN

oleh Ustadz. Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary – Hafidzahullah

Saudaraku, jadilah bagian dari orang-orang yang bertaqwa, yang mereka itu tidak pernah putus asa dari ampunan Allâh -‘Azza wa Jalla-, tetapi mereka juga tidak pernah meremehkan dosa-dosa yang mereka telah terjatuh padanya karena mereka tidak pernah merasa aman dari akibat buruk dosa-dosa. Karenanya, mereka kemudian menjadi orang-orang yang senantiasa bertaubat dan membasahi lisannya dengan istighfar, jauh melebihi para pendosa.

Bilal Ibnu Sa’ad -Rahimahullâh- berkata :

 ” لا تنظر إلى صغر الخطيئة ولكن انظر إلى عظمة من عصيت “.

“Jangan Engkau lihat kecilnya kesalahan (dosa)! Akan tetapi lihatlah keagungan Dzat yang Engkau bermaksiat (berbuat dosa) kepada-Nya (yakni Allâh -‘Azza wa Jalla-)”. [1]

Orang-orang yang bertaqwa sangat memahami bahwa tanpa ampunan Allâh -‘Azza wa Jalla- dosa akan menjadi sebab malapekata di dunia dan akhirat.

Al-Imâm Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah -Rahimahullâh- berkata :

فمما ينبغي أن يعلم : أن الذنوب والمعاصي تضر ولا بد. وأن ضررها في القلوب كضرر السموم في الأبدان.

“Diantara yang seharusnya diketahui adalah bahwa dosa-dosa dan maksiat-maksiat itu memudharatkan (membahayakan pelakunya), itu pasti dan tidak mungkin tidak. Dan bahwa bahaya dosa-dosa dan maksiat-maksiat terhadap hati seperti bahaya racun terhadap tubuh.” [2]

وللمعاصي من الآثار القبيحة المذمومة المضرة بالقلب والبدن في الدنيا والآخرة ما لا يعلمه إلا اللّٰه.

Beliau -Rahimahullâh- juga mengatakan : “Maksiat-maksiat itu memiliki dampak-dampak yang sangat jelek, tercela, dan berbahaya bagi hati dan jasad (pelakunya), baik di dunia juga di akhirat. Yang mana tidak ada yang mengetahui (dengan persis) kadar bahayanya kecuali Allâh -‘Azza wa Jalla-.” [3]

Beliau -Rahimahullâh- juga mengatakan :

لا تزال الذنوب تزيل النعم نعمة نعمة حتى تسلب النعم كلها.

“Dosa-dosa itu senantiasa menghilangkan kenikmatan-kenikmatan. Satu per satu direnggutnya. Hingga akhirnya ia merampas seluruhnya.” [4]

Beliau -Rahimahullâh- juga mengatakan :

وما محقت البركة من الأرض إلا بمعاصي الخلق ، وإن العبد ليحرم الرزق بالذنب يصيبه.

“Tidakklah dihilangkan keberkahan dari bumi ini kecuali dengan sebab kemaksiatan dari para makhluk. Dan sesungguhnya, seorang hamba benar-benar akan diharamkan rezekinya dengan sebab dosa yg ia lakukan.” [5]

Sahabat Yang Mulia ‘Ali bin Abi Thâlib -Rahimahullâh- berkata :

ما نزل بلاء إلا بذنب ولا رفع بلاء إلا بتوبة.

“Tidaklah suatu bencana itu terjadi (dimuka bumi) melainkan karena dosa. Dan tidaklan bencana itu diangkat (oleh Allâh -‘Azza wa Jalla-) kecuali dengan taubat.” [6]

Perlu disebutkan disini bahwa hukuman dari Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada para pendosa dan pecandu kemaksiatan tidak terbatas pada hal-hal lahiriyah saja seperti kerusakan pada hartanya, atau penyakit pada jasadnya, dan berbagai musibah yang tampak oleh mata lainnya.

Al-Imâm Muhammad Ibnu Shâlih Al-Utsaimin -Rahimahullâh- berkata :

كثير مـن النـاس يظنـون أن العقـوبة إنـما تـكون فـي الأمـور الظاهـرة، كـالأبدان ،والأمـوال ، والأولاد ،والحقيـقة أن العقـوبة بمـرض القلـوب وفسادهـا أشـد وأعـظم مـن العـقوبة بـمثل تـلك الأمـور

“Kebanyakan manusia menduga bahwa hukuman/adzab dari Allah -‘Azza wa Jalla- (kepada seseorang akibat dari dosa-dosanya) terbatas pada hal-hal dzahir/tampak (lahiriyah) saja, seperti musibah yang menimpa jasad, harta, dan anak keturunan; padahal yang sebenarnya, hukuman/adzab yang berupa penyakit dan kerusakan hati itu lebih parah dan lebih berbahaya daripada itu semua.” [7]

Semoga Kita dijadikan oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- sebagai bagian dari orang-orang yang senantiasa dijaga dari dosa-dosa dan kejelekan fitnah akhir zaman. Semoga Allâh -‘Azza wa Jalla- mengampuni dosa-dosa Kita dan menjauhkan Kita dari adzab-Nya. Aamiiiin.

__ NOTES :

  1. Ad-Dâ’ wa Ad-Dawâ’ : 82.
  2. Ad-Dâ’ wa Ad-Dawâ’ : 48.
  3. Ad-Dâ’ wa Ad-Dawâ’ : 62.
  4. Tharîqul Hijratain : 1/271.
  5. Al-Jawâbul Al-Kâfî :127.
  6. Ad-Dâ’ wa Ad-Dawâ’ 188.
  7. Ahkâmul Qur’ân : 1/87.

Tinggalkan komentar