Jujur, Pintu Semua Kebaikan

Jujur adalah sifat orang mukmin, sedangkan dusta adalah sifat orang munafik. Kejujuran adalah fondasi keimanan, sedangkan kebohongan adalah benih kemunafikan.

Apabila kebohongan dan keimanan bertemu, salah satu dari keduanya pasti tumbang. Karena Allah Ta’ala memberi gambaran berlawanan antara orang munafik dengan orang jujur.

Allah Ta’ala berfirman:

لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِن شَاء أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً

“Supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendakiNya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Ahzab [33]: 24)

Kejujuran adalah kunci untuk meraih kebaikan. Sifat ini yang akan menunjuki kita kepada kebaikan, dan itu adalah jalan menuju surga. Yang demikian tidak mungkin dapat dicapai seorang pendusta, karena kebohongannya pasti akan menggiring kepada keburukan, dan itu adalah jalan menuju nereka.

sumber: https://www.radiorodja.com/26085-jujur-pintu-semua-kebaikan-aktualisasi-akhlak-muslim-ustadz-abu-ihsan-al-atsary-ma/

Tinggalkan komentar