Shalat bagi orang beriman adalah penyejuk hati. Dengan shalat, mereka bermunajat memohon kepada Allâh, mendekatkan diri kepada-Nya, meminta segala hajat kebutuhan mereka. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِيْ فِي الصَّلاَةِ
Dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat [4]
Ibnu Mas’ûd Radhiyallahu anhu menggambarkan bagaimana semangatnya para salaf dalam menunaikan shalat. Beliau Radhiyallahu anhu berkata, “Sungguh seorang laki-laki didatangkan dengan dipapah oleh dua orang dan diberdirikan di shaf.” [5]
Semua ini, karena mereka mengetahui arti shalat dan kemuliaannya serta derajatnya yang tinggi.
Ini berbanding terbalik dengan orang munafik. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ
dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. [At-Taubah/9:54]
Allâh Azza wa Jalla juga berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَىٰ يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allâh, dan Allâh akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia . Dan tidaklah mereka menyebut Allâh Azza wa Jallaecuali sedikit sekali [An-Nisȃ’/4:142]
Dan shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ الْعِشَاءُ وَالْفَجْرُ
Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Shubuh [6]
Diantara bentuk peremehan mereka terhadap shalat:
- Tidak ikut shalat berjamaah bersama kaum Muslimin.
- Melaksanakan shalat dengan rasa malas dan rasa enggan.
- Riya’ dan menghiasi shalatnya agar dilihat manusia.
- Tidak menghadirkan hati dan tidak khusyu’.
- Mengakhirkan waktu shalat atau menunda-nunda pelaksanaan shalat.
Maka, hendaklah setiap Muslim mengetahui apa yang menyebabkan mereka lalai dari shalat, agar mereka bisa menghindarinya sehingga tidak terjerumus dalam kemunafikan. Diantara sebab-sebab itu adalah :
- Tenggelam dalam kemaksiatan, sehingga menghalangi seseorang dari mengingat Allâh Subhanahu wa Ta’ala dan shalat.
- Sibuk dengan urusan dunia, hingga lupa tujuan dia diciptakan di dunia ini yaitu untuk beribadah kepada Allâh Azza wa Jalla .
- Pendidikan yang buruk yang menyebabkan peserta didik kurang memperhatikan shalat.
- Bergadang malam, sehingga menyebabkan luput dari mengerjakan shalat Shubuh.
- Tidak mengetahui pentingnya shalat dan bahayanya meninggalkan shalat.
- Kurangnya nasehat dari orang-orang yang berkewajiban memberikan nasehat dan peringatan kepada orang-orang yang tidak shalat.
Semoga Allâh Azza wa Jalla membersihkan kaum Muslimin dari kesalahan dan kekeliruan yang besar ini.
catatan kaki:
[4] HR. Ahmad, no. 2293; An-Nasȃ’i, no. 8887; Abu Ya’lȃ, no. 3482; Ad-Dhiya’, no. 1608 dan al-Albȃni menilai hadits ini shahih dalam Shahȋhul Jȃmi’ ash-Shaghȋr no. 3119
[5] HR. Muslim, Kitabul Imȃm , 5/156
[6] HR. Al-Bukhâri, 2/165 dan Muslim, 5/154
selengkapnya: https://almanhaj.or.id/6851-sifat-orang-munafik-dalam-urusan-ibadah.html