Tiga perangai yang hanya dimiliki oleh orang yang mulia

Berkata Zaid bin Tsabit -semoga Allah meridhainya-:

ثلاث خصال لا تجتمع إلا في كريم حسن المحضر واحتمال الزلة وقلة الملالة

“Ada tiga perangai yang hanya dimiliki oleh orang yang mulia saja; Akhlak yang baik, menerima kekurangan orang lain dan tidak cepat bosan.”

AKHLAK YANG BAIK

Ketika bergaul dengan istrinya, ketika bergaul dengan anaknya, dengan temannya, dengan tetangganya, dengan masyarakatnya, ia perlihatkan kebaikan akhlak, keindahan sikap, sehingga orang ini mulia dan pasti mulia. Orang yang akhlaknya baik bukan hanya mulia di hadapan manusia tapi juga mulia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kedudukan yang sangat tinggi. Kata Rasulullah:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

“Seseorang diberikan kedudukan oleh Allah kedudukan orang yang selalu berpuasa, orang yang selalu shalat, dengan akhlaknya yang baik.” (HR. Abu Dawud)

MENERIMA KEKURANGAN ORANG LAIN

Dia menerima kekurangan temannya, saudaranya, istrinya, karena dia tahu bahwa yang namanya manusia adalah tempat kesalahan. Siapa manusia yang sempurna di dunia ini? Orang yang mulia itu bukanlah orang yang ingin punya teman tak ada salahnya. Tidak mungkin di dunia ini kita memiliki teman yang tidak ada salahnya. Orang yang mulia itu, dia mengerti bahwa istrinya adalah wanita yang tidak lepas dari kekurangan. Dia berusaha untuk menerima itu semua. Bahkan dia pun sadar bahwa dirinya penuh kekurangan, penuh kesalahan.

TIDAK CEPAT BOSAN

Dia bergaul dengan manusia tidak cepat bosan. Dalam artian dia menyenangkan orang lain, dia dekat dengan manusia. Maka dari itulah, saudaraku, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mensifati orang yang haram masuk neraka:

‎ ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ

Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?” Para Sahabat berkata, “Mau, wahai Rasulallah!” Beliau menjawab: “(yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang Hayyin (tawadhu), Layyin (lembut), Qarib (dekat), Sahl(mudah).”(H.R. At-Tirmidzi dan Ibnu Hiban).

Ibnu Zanji Al-Bagdadi bersyair:

رأيت الحق يعرفه الكريم … لصاحبه وينكره اللئيم …

“Aku melihat kebenaran hanya dikenal oleh orang-orang yang mulia… dan kebenaran itu ternyata diingkari oleh orang-orang yang hina…”

Artinya kebenaran hanyalah bisa diterima oleh orang-orang yang jiwanya mulia, yang mencintai kebenaran dan berusaha mengikutinya. Sementara orang-orang yang jiwanya hina, walaupun dia mengetahui kebenaran dia tidak menginginkannya. Akibat kehinaan jiwanya. Karena hinanya jiwa dia, akibatnya dia menginginkan kehinaan. Yaitu kebalikan dari kebenaran.

إذا كان الفتى حسنا كريما … فكل فعاله حسن كريم …

“Kalaulah seorang pemuda itu baik dan mulia… pastilah semua perbuatannya, tindak-tanduknya, sikapnya pun juga akan baik dan bagus…”

Orang yang mulia akan terlihat dari akhlaknya, orang mulia itu akan terlihat dari matanya, orang yang mulia itu akan terlihat dari lisannya, dari kesopan santunannya, kelembutan dan yang lainnya.

إذا ألفيته سمجا لئيما … فكل فعاله سمج لئيم …

“Jika aku menemukan pemuda yang hina… maka pasti perbuatan juga akan terlihat pada tingkah lakunya itu…”

selengkapnya: https://www.radiorodja.com/47115-sifat-orang-yang-mulia-dan-orang-yang-hina/

Tinggalkan komentar