[Kitabut Tauhid 3] 02. Makna Kalimat Tauhid 02

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa;

Makna dari Kalimat Tauhid : laa ilaaha illallaah ( لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ) adalah i’tiqad (keyakinan) dan iqrar (pernyatakan) bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allâh -‘Azza wa Jalla-, menta’ati (konsekuensi) hal tersebut dan mengamalkannya. Laa ilaaha (لَا إِلَهَ) menafikan (meniadakan) hak penyembahan dari selain Allâh -‘Azza wa Jalla-, siapapun orangnya. Illallaah (إِلَّا اللَّهُ) adalah penetapan hak bagi Allâh -‘Azza wa Jalla- semata untuk disembah. Jadi makna kalimat ini secara ijmal (global) adalah : “Tidak ada sesembahan [yang haq] selain Allâh -‘Azza wa Jalla-.”

selanjutnya silahkan ketuk link berikut untuk memulai materi berikutnya;

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

*jika tampilan quis diatas terpotong silahkan update hijrahapp ke v6.4.1 langsung dari playstore, KETUK DISINI

link alternatif: https://forms.gle/BYgmymhiQSBQ5fAQ7

Tinggalkan komentar