[Kitabut Tauhid 2] 40. Dakwah kepada kalimat tauhid 26

catatan: besok, Sabtu pukul 17.00WIB quis pekan 8 akan aktif. yuk muraja’ah 5 materi terakhir serial belajar tauhidnya💪


Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Para Ulama yang berpendapat dengan pendapat kedua (tidak kafirnya orang yang meninggalkan shalat dengan syarat tidak mengingkari kewajibannya) juga berdalil dengan hadits Jâbir Ibnu ‘Abdillâh -Radhiyallâhu ‘Anhu- (HR. Muslim : 117) dan hadits Buraidah Ibnu ‘Abdillâh (HR. Ibnu Mâjah : 1069) dimana Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- mengatakan bahwa pembeda dan batas pemisah antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat, dan bahwa barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir.

Juga berdalil dengan perkataan ‘Umar Ibnul Khaththab -Radhiyallâhu ‘Anhu- dan yang lainnya. Hanya saja, mereka memiliki wajhu istidlaal (sisi pendaalilan) yang berbeda denga Para Ulama yang berpendapat dengan pendapat pertama (kafirnya orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja meski tanpa megingkari kewajibannya.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 26. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar