[Kitabut Tauhid 2] 36. Dakwah kepada kalimat tauhid 22

Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa:

Selain berhujjah dengan ayat-ayat Al-Qur’an, Para Ulama yang berpendapat kafirnya orang yang meninggalkan shalat meskipun tidak mengingkari kewajibannya, mereka juga berdalil dengan sejumlah hadits Nabi -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam-. Diantaranya adalah hadits yang konteksnya:

  1. Bahwa shalat adalah pembeda dan batas pemisah antara keimanan dengan kekufuran dan kesyirikan.
    1. Orang yang menyia-nyiakan shalat terancam bakal dikumpulkan bersama Qârun, Fir’aun, Hâmân, dan Ubay Ibnu Khalaf. Sedangkan mereka adalah pembesar-pembesar kekufuran, dan merupakan orang-orang yang paling besar adzabnya di neraka.
    1. Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- diperintah oleh Allâh -‘Azza wa Jalla- untuk memerangi anak manusia sampai mereka mengikrarkan dua kalimat syahadat, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat.

selanjutnya kita akan mempelajari Dakwah kepada kalimat tauhid 22. ketuk link dibawah ini untuk memulai pelajaran;

Play Video (Link Utama)

Link alternatif

Formulir Pertanyaan

Ustadz Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary adalah alumni Ma’had ‘Ilmi Al-Madinah Surakarta. Saat ini beliau aktif dalam berbagai kegiatan dakwah. Selain rutin mengisi kajian di kota dan di daerah sekitar, beliau adalah Pimpinan Pondok Pondok Pesantren Khulafa’ Rasyidin Bagan Batu. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ar-Raudhoh (YPIA) Bagan Batu. Kini beliau turut berkontribusi sebagai pemateri di aplikasi HijrahApp.

Tinggalkan komentar