oleh Ustadz. Abu Muhammad Syihabuddin Al-Atsary -hafidzahullahu-
Bagi laki-laki beriman, mendapatkan istri shalihah merupakan salah satu puncak keberuntungan.
Rasûlullâh -Shallallâhu ‘Alaihi Wassalam- bersabda :
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ،
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” _ HR. Muslim : 1467.
Al-Imâm Muhammad Ibnu Shâlih Al-Utsaimin -Rahimahullâh- berkata :
أرى أن من نعمة اللّٰه على الزوج أن تكون المرأة تحبه.
“Aku melihat bahwa, diantara nikmat yang Allâh -‘Azza wa Jalla- berikan kepada suami adalah ketika ia memiliki istri yang mencintainya.” _ Al-Liqâ’ Asy-Syahr : 13/13.
Oleh karena itu, barangsiapa yang diberi nikmat berupa pasangan yang berakhlaq mulia, maka wajib baginya untuk memuji Allâh -‘Azza wa Jalla-.
Adapun siapa yang tidak seperti itu keadaannya, kemudian dia ingin agar Allâh -‘Azza wa Jalla- memperbaiki akhlaq pasangannya, berharap agar pasangannya lebih menyejukkan pandangan matanya; maka sudah sepantasnya dia memantaskan dirinya untuk memiliki apa yang diinginkannya, dia perbaiki keadaan dirinya, dia tingkatkan ketaqwaannya kepada Allâh -‘Azza wa Jalla-. Karena Allâh -‘Azza wa Jalla- tahu apa yang pantas baginya.
Al-Imâm Ibnul ‘Arabiy Al-Mâlikiy -Rahimahullâh- berkata :
“Istri yang shalihah itu tidak datang (didapatkan) dengan sebab usaha semata.
Istri yang shalihah adalah rezeki yang diberikan Allâh -‘Azza wa Jalla- kepada hamba-Nya yang bertaqwa.” _ Ahkâmul Qur’ân : 1/536.
Allâh -‘Azza wa Jalla- berfirman :
ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” _ QS An-Nûr : 26.
Keberuntungan seorang laki-laki ketika diberi rezeki berupa istri shalihah bisa diukur dengan kemuliaan wanita shalihah dalam pandangan syariat dan derajatnya disisi Allâh -‘Azza wa Jalla- serta kedudukannya didalam surga.
Al-Imâm Al-Qurthubiy -Rahimahullâh- berkata :
حال المرأة المؤمنة في الجنَّة أفضل من حال الحور العين وأعلى درجة وأكثر جمالاً؛ فالمرأة الصالحة من أهل الدنيا إذا دخلت الجنة فإنما تدخلها جزاءً على العمل الصالح وكرامة من الله لها لدينها وصلاحها، أمَّا الحور التي هي من نعيم الجنة فإنما خلقت في الجنة من أجل غيرها وجُعِلَت جزاء للمؤمن على العمل الصالح.
وشتان بين من دخلت الجنة جزاء على عملها الصالح، وبين من خلقت ليُجَازَى بها صاحب العمل الصالح؛ فالأولى ملكة سيِّدة آمِرَة، والثانية – على عظم قدرها وجمالها – إلا أنها ـ فيما يتعارفه الناس ـ دون الملكة، وهي مأمورة من سيِّدها المؤمن الذي خلقـها الله تعالـى جـزاء له.
“Keadaan wanita beriman yang berada di surga nantinya lebih utama dibandingkan para bidadari. Mereka lebih tinggi derajatnya dan lebih cantik parasnya.
Wanita shalihah dari penduduk dunia apabila dia masuk surga, dia masuk surga sebagai balasan atas amal shalihnya dalam kehidupan dunia, pemuliaan untuknya dari sisi Allâh -‘Azza wa Jalla- atas kebaikan agama dan amalannya.
Adapun bidadari yang merupakan bagian dari kenikmatan surga maka ia diciptakan di dalam surga lantaran makhluk selainnya. Ia dijadikan sebagai balasan bagi orang beriman atas amal shalihnya.
Dan ada perbedaan besar antara orang yang masuk surga sebagai balasan atas amal shalihnya (yaitu wanita shalihah dari penduduk dunia) dengan orang yang diciptakan untuk menjadi balasan bagi manusia yang beramal shalih (para bidadari surga).
Maka jenis yang pertama sebagai ratu, tuan putri dan yang memerintah. Adapun jenis kedua dengan keagungan kedudukan dan kecantikannya -sebagaimana yang difahami antar manusia- maka kedudukan bidadari dibawah ratu. Dia menjadi pelayan bagi tuannya yang beriman yang Allah ciptakan sebagai balasan bagi orang beriman.” _ Tafsiir Al-Qurthubiy : 16/154, At-Tadzakkurah fi Ahlil Amwat wa Umûril Akhirah : 3/985.
Semoga Allâh -‘Azza wa Jalla- memberikan rezeki penyejuk pandangan mata kepada Kita berupa istri-istri yang shalihah. Aamiin.